7 Kiat Menumbuhkan Hubungan Suami-Istri yang Harmonis

July 10, 2009 imgreatdoctor

Menumbuhkan kehidupan suami istri yang harmonis, selaras dan bahagia, tidak semudah mengedipkan mata. Ada cukup banyak langkah yang harus diperjuangkan. Inilah kiat-kiatnya.

  1. Memikirkan bersama apa yang menjadi tujuan hidup berkeluarga. Hal ini sebaiknya dilakukan sebelum Anda berdua memutuskan menikah atau pada tahap awal kehidupan perkawinan. Susun rencana dan cara-cara untuk mewujudkan impian-impian Anda berdua. Masing-masing pihak mulai berusaha mengubah perspektif dari “aku” menjadi “kita”, dengan kesadaran akan perbedaan karakter, kepribadian, serta kebiasaan masing-masing mencari kesepakatan yang dapat diterima berdua.

    Perlu diingat, manusia selalu berada dalam kondisi yang dinamis, sehingga kondisi pasangan suami-istri selalu akan berkembang. Perubahan dan perkembangan yang kita alami dan dialami pasangan inilah yang sering kita sebut sebagai gelombang dalam mengarungi kehidupan berkeluarga. Diperlukan kebijaksanaan dalam menyikapi perkembangan ini, agar tujuan hidup berkeluarga tetap dapat dicapai. “Untuk membuat perkawinan yang bahagia, bukanlah dengan mencari seberapa besar persamaan Anda berdua, tetapi seberapa besarAnda dapat bertoleransi terhadap perbedaan yang ada.” (Leo Tolstoy)

  2. Mengkomunikasikan cinta terhadap pasangan sebaiknya tetap dipertahankan, walaupun Anda sudah hidup bersama selama bertahun-tahun. Dengan membiarkan pasangan Anda tahu bahwa Anda senantiasa mencintainya, rasa cinta dan romansa dalam perkawinan Anda akan tetap terjaga. Jangan sampai rutinitas sehari-hari meredam ekspresi cinta Anda terhadap pasangan.

    Dapat pula sesekali Anda menciptakan’suasana kencan’ seperti pada saat Anda berdua belum menikah. Anda tentu ingat betapa menyenangkan dan bersemangatnya Anda dalam mempersiapkannya. Kejutan-kejutan yang menyenangkan juga dapat menambah semaraknya suasana kencan Anda. Memang Anda perlu menyediakan waktu untuk pasangan. Perkawinan Anda tidak pernah meminta waktu Anda, karena ia adalah bagian dari Anda. Karena itu, seharusnya tidak ada satu alasan pun yang dapat menghalangi Anda untuk menyediakan waktu untuk pasangan Anda, untuk saling berbagi harapan dan impian. Kata cinta hanya akan sungguh berarti bila ada tindakan di balik kata itu.

    Tindakan itu bisa praktis, bisa juga romantis. Tindakan yang praktis misalnya suami membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga istrinya atau istri ikut serta mencuci mobil suaminya. Mungkin makan waktu yang lama untuk menunjukkan “I love you” daripada mengatakannya, namun kenangannya akan bertahan lama. Ada baiknya pasangan suami-istri mengenali 5 macam bahasa cinta dari Gary Chapman dan mencermati jenis bahasa cinta yang dipakai diri sendiri dan pasangan.

    Bahasa cinta 1: Kata-kata pendukung
    Bila kita menerima kata-kata yang mendukung kita, maka kita akan lebih termotivasi untuk memberi respon yang sama dan melakukan sesuatu yang diinginkan pasangan kita. Pujian, kata-kata yang membesarkan hati, atau yang mendorong, atau memberi semangat, kata-kata ramah, kata-kata merendah, membicarakan hal-hal positif tentang pasangan Anda saat dia tidak ada, adalah salah satu bentuk ungkapan atau bahasa cinta.

    Bahasa cinta 2: Saat-saat mengesankan
    Aspek utama dari saat-saat mengesankan adalah kebersamaan. Kebersamaan berarti perhatian yang dipusatkan, artinya kita sedang melakukan sesuatu bersama dengan penuh perhatian kepada orang yang bersama kita. Yang penting dalam hal ini adalah apa yang terjadi dalam taraf emosi. Misalnya, istri menemani suaminya menonton pertandingan bola di TV – ia tidak segan-segan ikut melonjak dan berteriak kegirangan ketika kesebelasan jagoannya menang.

    Bahasa cinta 3: Menerima hadiah-hadiah
    Hadiah merupakan simbol visual dari cinta. Bagi orang-orang tertentu simbol cinta yang terlihat nyata merupakan sesuatu yang terpenting, bagi orang lain mungkin tidak begitu penting. Hadiah bisa ditemukan, dibeli, atau dibuat. Pemberian diri adalah bentuk ‘hadiah’ yang tidak dapat diraba. Kehadiran fisik di saat penting merupakan ‘hadiah’ berharga yang bisa Anda berikan jika bagi pasangan Anda bahasa cinta primernya adalah menerima hadiah.

    Bahasa cinta 4: Pelayanan
    Pelayanan untuk melakukan hal-hal yang Anda tahu pasti diinginkan oleh pasangan Anda agar Anda melakukannya. Anda berusaha menyenangkannya dengan melayaninya, mengutarakan cinta Anda kepadanya dengan melakukan hal-hal seperti menyiapkan sarapan atau makan malam untuknya, mengganti air akuarium, dan lain hal yang pasangan Anda pernah memohon (bukan menuntut!) agar Anda melakukannya.

    Bahasa cinta 5: Sentuhan fisik
    Merupakan cara yang luar biasa untuk menyampaikan cinta. Saling berpegangan tangan, mencium, memeluk, dan berhubungan badan – semuanya merupakan cara menyampaikan emosi cinta pada pasangan kita.

  3. Kadangkala Anda dan pasangan sudah mencoba berkomunikasi dengan segala cara, baik verbal maupun non-verbal, tetapi tetap saja ada saat di mana terjadi salah komunikasi. Jadilah Anda berdua bertengkar dan saling marah. Marah memang merupakan emosi yang wajar diekspresikan, selain emosi-emosi lainnya saat kita sedang bertengkar dengan pasangan. Pertengkaran adalah salah satu cara untuk mengekspresikan keinginan, kebutuhan, perasaan, atau pikiran yang berlangsung dalam suhu tinggi. Namun sebaiknya ungkapkan kemarahan dengan cara yang sehat, seperti trik berikut.
    • Jaga suara sepelan mungkin. Tak perlu berteriak untuk
      menyampaikan keinginan.
    • Jangan bicara terlalu cepat. Kata-kata yang diucapkan secara bersamaan tak mungkin bisa dicerna dengan baik oleh pasangan.
    • Jangan menggunakan kata-kata yang menghina dan membuat pasangan sakit hati.
    • Katakan dengan gamblang apa masalah Anda saat itu. Jangan melantur membicarakan masalah yang tak relevan atau yang sudah lama berlalu.
    • Jangan hanya membicarakan kesalahan pasangan, tapi juga apa yang Anda inginkan sehingga ia bisa memperbaiki dirinya.
    • Jangan terlalu sering bertengkar. Selain menghindari membuat pasangan menjadi kebal, masalah akan lebih mudah diatasi jika dibicarakan dalam suasana santai.
    • Tangani masalah segera. Makin cepat perasaan dan fakta dipaparkan tanpa ragu atau takut, makin cepat masalah selesai.
    • Hindari ancaman. Hal ini bisa membuat pelakunya merasa menjadi pemenang, tapi belum pernah hal ini memberikan kemenangan dalam pernikahan.
    • Rayakan setiap keberhasilan. Memuji suatu kebaikan lebih efektif daripada menghukum keburukan. Anda berdua akan mengalami kemajuan jika bersedia belajar cara saling memuji.
  1. Keterlibatan kerabat dan keluarga besar juga perlu diperhitungkan dan dipertimbangkan seberapa jauh mereka bisa berperan dalam kehidupan Anda sekeluarga. Sebaiknya perlakukan mereka seperti Anda ingin diperlakukan oleh mereka. Bicarakan dengan terbuka seberapa besar Anda ingin mereka memberikan kontribusi pada kehidupan perkawinan Anda, terutama nanti bila sudah hadir anak-anak – seberapa jauh mereka boleh terlibat dalam pendidikan anak-anak Anda. Kadangkala suami/istri juga mengeluh bahwa pasangannya masih banyak meluangkan waktu dengan teman-teman lamanya. Hal tersebut baik dilakukan bila Anda melibatkan pula pasangan Anda.
  2. Aspek fisik perlu juga diperhatikan dalam kehidupan suami-isteri. Hal tersebut mencakup perlunya menjadwalkan rekreasi di sela kesibukan rutin dari waktu ke waktu. Kemudian juga tidak mengabaikan pentingnya berolah raga untuk menjaga kesehatan tubuh Terutama juga seiring dengan bertambahnya usia biasanya keluhan-keluhan seputar kesehatan fisik makin banyak dirasakan.

    Keintiman fisik juga termasuk kegiatan yang perlu diperhatikan dalam kehidupan suami-istri. Perlu adanya keterbukaan antara keduanya untuk dapat sama-sama merasakan kenikmatan dari perwujudan cinta suami-istri. Ketidaktahuan dan kurangnya pengalaman membuat banyak pasangan muda menjadi canggung dan tidak percaya diri untuk mencapai puncak kenikmatan seksual. Kekhawatiran-kekhawatiran dan harapan-harapan ini sebaiknya dikomunikasikan secara terbuka kepada pasangan, sehingga dapat diupayakan perbaikannya demi kebahagiaan bersama.

  3. Strategi mengatur keuangan keluarga juga berperan dalam menjaga keharmonisan kehidupan berkeluarga. Setiap keluarga tentunya
    memiliki prioritas dan kebutuhan berbeda. Ha) inilah yang mempengaruhi keadaan keuangan keluarga. Banyak hal yang perlu dipikirkan pasangan suami-istri tentang urusan keuangan, karena bagaimana pun keuangan keluarga adalah salah satu faktor yang sangat mempengaruhi kehidupan dalam keluarga.

    Suami dan istri sebaiknya duduk bersama dan memikirkan apa yang menjadi prioritas dan kebutuhan keluarga. Hal ini perlu dipikirkan bersama karena mungkin saja masing-masing mempunyai prioritas yang berbeda. Perbedaan prioritas ini bila tidak dikomunikasikan dan dicari titik tengahnya dapat menjadi konflik tersendiri. Dari evaluasi dan diskusi, kemudian dapat dicari strategi keuangannya. Diharapkan tidak ada kerahasiaan yang menyelimuti aspek keuangan ini, karena rahasia seperti itu merupakan bentuk pelanggaran kepercayaan dari pasangan, yang dapat dikatakan juga sebuah bentuk kecil dari ketidaksetiaan.

    Bila suami dan istri masing-masing mempunyai penghasilan, harus dibicarakan secara terbuka bagaimana pengelolaannya: apakah menyatukan penghasilan berdua untuk biaya kebutuhan keluarga, ataukah memegang dan menggunakan sendiri-sendiri tetapi suami yang membiayai kebutuhan rumah tangga, atau dengan cara-cara lain yang tentunya sepengetahuan dan dengan persetujuan berdua.

  4. Pertumbuhan aspek spiritual dalam kehidupan suamiistri juga penting untuk menciptakan keharmonisan suami-istri yang terus-menerus. Kita dapat belajar dari alam yang berubah dari musim ke musim. Di negara dengan empat musim kita kenal musim-musim sebagai berikut:
    Musim semi, dapat dianalogkan dengan mulai berseminya suatu perkawinan dan kemudian kehadiran kehidupan baru dari anak-anak. Musim panas, dapat diibaratkan kehidupan perkawinan yang stabil, nyaman tanpa masalah dan kecemasan-kecemasan. Musim gugur, saat-saat di mana sering terjadi kekecewaan karena harapan harapan yang tidak tercapai. Inilah saatnya mengevaluasi kembali hubungan dalam perkawinan – bila diperlukan. Musim dingin, menggambarkan keraguan, kesepian, mungkin bencana atau bahkan kematian. Saat-saat ini tetap akan datang walaupun Anda tidak menginginkan dan mengharapkannya.

    Tidak seperti empat musim tersebut, musim-musim dalam kehidupan Anda -termasuk juga kehidupan perkawinan- tidak dapat diramalkan. Mereka memiliki nilai yang sama walaupun tidak datang dalam periode waktu yang sama. Dan bila kita telah pernah mengalami musim-musim tersebut, pribadi kita dan pasangan akan teruji, dan bahkan mungkin kita akan mampu membantu orang lain melewati musim-musim dalam kehidupan mereka.

    Dalam menghadapi musim-musim dalam kehidupan ini Anda tentunya berharap semoga Tuhan memberikan bantuanNya. Anda dan pasangan dapat membiasakan diri untuk melibatkan doa dalam kehidupan Anda berdua. Berdoa bersama juga akan dapat menyatukan dan membantu Anda berdua dalam mempertahankan keharmonisan kehidupan suami-istri. Tuhan akan membantu, Tuhan pasti menjawab doa Anda-bukan dengan menghilangkan halangan, rintangan, dan tantangan yang Anda hadapi tetapi dengan memberi Anda berdua kekuatan untuk menjalaninya. (N)

Entry Filed under: Keluarga Bahagia Dunia Akhirat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Pages

Categories

Calendar

July 2009
M T W T F S S
     
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: