WAHAI WANITA… INI SUARA HATI KAMI.. PARA LELAKI…

Wahai wanita…
kami bukanlah batu karang yang tak tergerus air…
kami bukanlah baja yang takkan patah…
kami bukanlah matahari yang takkan pernah padam..

Wahai wanita..
ada saatnya kami ingin bersandar dibahumu dan dalam pelukmu..
bukan utk  bermanja2 atau bercengeng ria…
sekedar mendapatkan tempat nyaman, walau sejenak…
Tidaklah mungkin kami bersandar dibanyak bahu..
hanya dibahumu seorang…
biarkan sejenak kukembali ke masa kecilku…
masa dimana kami tak perlu bertegang rasa..
tak perlu bertegap dada..
tak perlu berkeras muka….

Wahai wanita…
jika kami tak pernah menangis, itu bukan berarti kami tak berperasaan. .
namun memang kami mempunyai cara sendiri untuk menangis..
Jika kami terperangah dan bingung
melihatmu menangis, bukan karena kami menganggapmu tontonan..
bukan juga suatu kebanggaan membuatmu menangis karena diriku..
Semata2 hanya karena kami tak tahu dan tak mengerti,
harus bagaimana kami saat itu….
Kusentuh, kau tepis..
Kupeluk, kau dorong..

Wahai wanita…
kami kadang sensitif bukan karena kami banci…
karena sebenarnya hati kami jauh lebih rapuh dari kalian para wanita…
kebetulan saja cangkang kami lebih keras
sehingga lebih terlindungi dari benturan..
namun didalam sini,
kami bagaikan agar-agar
dibandingkan kalian  yang keras bagaikan karang didalam,
walau selembut sutra diluarnya…
.
Wahai wanita…
ku tertawa bukan karena merendahkanmu. ..
ku tersipu bukan karena kcantikanmu. .
ku terdiam bukan karena kata2mu…
Kutertawa karena kata2 lucumu menyegarkan hatiku..
ku tersipu karena hatiku mulai terpaut oleh pesonamu…
ku terdiam karena kusadari kumulai jatuh cinta pada dirimu…
.
Wahai wanita…
jika kami tak memiliki rencana kedepan
sejauh cara kalian memandang, bukan
karena kami cuek dan tak peduli..
tapi karena kami terbiasa memandang
hidup dengan cara praktis dan dinamis..
Oleh maka itu kami butuh kalian, hai wanita..
untuk merencanakan masa depan kita berdua…
Untuk mendampingi kami para lelaki yang
kadang terlalu pendek dalam mengambil langkah…
ajari kami memandang jauh, jangan tinggalkan kami…
karena kami sadari, kalian jauh lebih dewasa dari kami dalam hal ini…
.
Wahai Wanita..
Janganlah merasa tersaingi oleh hobby2 kami para lelaki..
Janganlah merasa tersaingi oleh motor kami..
karena dirimu jauh lebih berharga daripada motor kami…
Namun..
ijinkanlah kami memiliki hobby…
biarlah kurawat motorku dengan penuh sayang…
Daripada kami merawat wanita lain selain dirimu…
.
Wahai wanita..
Kala kami tak menghubungimu disaat kau marah…
Kala kami tak bertanya keadaan dirimu…
Saat kita saling berpunggung dinding..
Bukan karena kami tak perhatian..
Bukan karena kami tak sayang…
Bukan juga karena kami tak peduli..
Bukan pula karena kami gengsi…
Karna sesungguhnya betapa jari kami gemetaran
tak tahan ingin menghubungimu. ..
Betapa tubuh kami bergetar setiap malam tiba dan bayangkan dirimu tak bersama disini…
Betapa mengiris hati kala membaca pesan2 lama kalian di HP kami…
dan betapa sakitnya… ketika melihat gambaranmu.. dan sadari… kini kau
bukan milikku…
.
Wahai wanita..
kami hanya ingin kalian sadari…
kami keras bukan karena jumawa..
kami tegas bukan karena ingin memimpinmu.. .
kami hanya ingin kalian sadari..
Kami ada bukan untuk kalian miliki dan
kuasai..
Kami ada bukan untuk kalian semena2kan
setelah kalian miliki..
Kami ada bukan untuk tidak diperdulikan
dan terkapar kesepian…
kami ada bukan untuk sekedar simbol dan
status bagi diri kalian..
Kami ada sesungguhnya untuk kalian sayangi..
untuk kalian perhatikan..
untuk kalian jadikan pasangan…
bukan barang..
bukan pajangan…
.
Wahai wanita..
seandainya seluruh isi hati kami para lelaki ditumpahkan disini..
takkan cukup tiga hari tiga malam kalian membacanya.. .
setidaknya sadari lah satu hal…
Kalian tak bisa hidup tanpa kami seperti
Kami juga tak bisa hidup tanpa kalian..

Add comment July 10, 2009 imgreatdoctor

“Renungkanlah wahai wanita…”

Tundukkan pandangan sebagai penghias kedua matamu.

***

Lakukan sholat dimalam hari sebagai penghias dirimu dan cintailah keharuman takwa.

***

Oleskan lipstik kejujuran pada kedua bibirmu pastikan lebih bersih dan cemerlang.

***

Gunakan polesan pipimu dengan kosmetik yang terbuat dari rasa malu yang diproduksi dari salon keimanan.

***

Bedakilah wajahmu dengan air wudhu agar selalu bersih dan halus di hari kiamat.

***

Rawatlah rambutmu dengan perawatan jilbab menangkis polusi dari mata haram yang mengandung virus dosa.

***

Cucilah hatimu dengan alunan ayat-ayat Al-Quran yang dapat menumbuhkan wibawa yang simpatik tampilkan dengan langkah sopan yang penuh simpatik keyakinan , maka akan kau temui keanggunan yang disegani.

***

Hiasilah tanganmu dengan gelang “dermawan” dan hiasilah jiwamu dengan “cincin persaudaraan”.

***

Kencangkanlah ikat pinggangmu dengan puasa agar kelihatan langsing dan menawan.

***

Tambatkanlah pakaianmu dengan taubat nasuha agar tak terlunta-lunta di akhirat nanti.

***

Add comment July 10, 2009 imgreatdoctor

Good Relationship

untuk menjadi pacar yg baik
kita harus menjadi diri sendiri
karena kamu tidak bisa bersandiwara selamanya
kedok mu pasti akan terungkap
jika ia mencintaimu
ia akan menerima dirimu apa adanya

sebagai pacar kamu harus bisa :
1.setia
2.bisa menjadi seorang temen dan orang tua
3.komitmen
4.pengertian dan kasih sayang
5.rela berkorban
6.percaya akan cinta
7.tidak menganggap ini permainan
8.kamu mencintai ia apa adanya
9.kamu tulus mencintainya
10.tidak ada perjanjian

Pacaran adalah masa untuk saling mengetahui pasangan lebih dalam lagi (maksudnya sifat, kesukaan, keadaan keluarga/ ortunya setuju atau tidak, kelebihan and kekurangan, bukan mengetahui apa yang terdpt di balik baju, ok!) untuk sebuah jenjang yang lebih serius yaitu pernikahan.

Pada masa pacaran buka mata dan buka telinga, jangan ingin yang indah-indahnya aja, nanti klu udah nikah bisa kecele. Jadi pacaran bukan untuk coba-coba.

Boleh putus? boleh saja jika memang tidak cocok dan akan membawa penderitaan seumur hidup.

Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menjadi seorang pacar yang baik adalah:
1. lebih takut sama Tuhan daripada manusia, jadi siapapun yang mau menjadi pacarmu akan menghormatimu dan tidak berani membuatmu jadi mainan.
2. dorong pacarmu untuk lebih dekat pada Tuhan
3. sayangi keluarga pacarmu seperti keluargamu sendiri (latihan, jika sudah menikah gak kaget lagi)
4. Dukunglah apa yang dikerjakannya sepanjang bukan hal yang negatif.
5. jangan berpikir berapa banyak yang bisa ia berikan untukku tetapi berpikirlah berapa banyak yang bisa kuberikan padanya. (yang positif lho).

pertama-tama lo harus coba lebih mengerti dia
pasangan kita paling senang di mengerti

ya……….kamu jangan hanya diam aja
kamu harus komunikasi dengan dia
dan mencoba lebih sharing tentang apa saja
terutama hubungan kalian berdua

kamu harus bisa membuat dia lebih bahagia
karena jelas……….
apabila kita sering bantu orang
pasti kita sering di bantu
percayalah……….

kamu harus mencoba mengenal
sifat dan kepribadian pacar lo
agar kalian lebih saling mengerti tentang diri masing2

jangan coba menutupi masalah
jangan jadi orang yg tertutup
jadi orang yg lebih terbuka
jadi orang yg lebih pengertian

gua punya saran :
1.menjaga komunikasi
2.sharing dengan pacarmu
3.sharing dengan sahabat/keluargamu
4.percayalah kepada pasangan mu
5.buat janji setia
6.saling berkomitmen
7.selalu beri perhatian dan kasih sayang
8.hibur dia
9.terus bergaul dengan temen2 nya
10.tetap komunikasi dengan keluarganya
11.kasih perhatian
12.menjaga perasaan masing2
13.coba ingat ia terus
14.kasih hal yg tidak dapat di lupain/berkesan
15 lo harus punya kenangan indah dengan dia
16.ingat masa2 indah dengan dia
17.jangan selingkuh

Add comment July 10, 2009 imgreatdoctor

Resep Sukses Pacaran Jarak Jauh

Pria dan wanita sama-sama memiliki kesulitan ketika harus menjalani perpisahan, khususnya menjalani hubungan jarak jauh. Dibutuhkan komitmen serius untuk memilih menjalani hubungan yang terpisah jarak dan waktu. Karir, sekolah, dan keluarga bisa menjadi faktor pemisah antara sepasang kekasih. Namun jangan berpikir bahwa hubungan jarak jauh tak akan pernah berhasil.

Menurut penelitian dari Center for the Study of Long-Distance Relationships, hubungan jarak jauh pasti gagal hanyalah sebuah mitos. Bahkan ditemui di Amerika, lebih dari 700.000 pasangan LDR akhirnya menikah. Semua tergantung kepada bagaimana Anda dan pasangan menyikapi keadaan ini. Tidak ada yang berkata bahwa menjalaninya akan mudah, namun tidak juga mustahil. Kelima tips di bawah ini mungkin bisa membantu.

1. Jelaskan ekspektasi sejak awal
Jangan bertele-tele, rencanakan masa depan sejak dini. Menurut Dr. Greg Guldner, direktur Center for the Study of Long-Distance Relationships, yang membedakan antara pasangan yang berhasil dan tidak berhasil menjalani LDR adalah: peraturan dasar. Dr. Guldner menjelaskan, sekitar 70% pasangan LDR yang tidak mengatur perjanjian sejak mula, rata-rata putus hubungan setelah 6 bulan. Tentunya yang terpenting untuk dilakukan adalah membicarakan peraturan dasar, seperti: apakah hubungan ini eksklusif atau terbuka? Setiap berapa kali sehari memberikan kabar, lewat e-mailkah, lewat SMS-kah? Kapan jadwal bertemu?

2. Ekspresikan Diri
Pasangan yang tinggal berdekatan saja sering mengalami kesulitan untuk bertemu dan mengekspresikan cinta kasih mereka. Jadi, bayangkan bagaimana sulitnya pasangan LDR untuk bertatap muka apalagi bersentuhan. Dr. Gary Chapman, penulis The Five Love Languages for Singles mengatakan, “Penting untuk mengetahui cara membuat pasangan kita merasa dihargai dan dicintai. Terlebih lewat kata-kata. Misalnya, ‘Jika kamu ada di sisiku saat ini, aku akan memberimu ciuman di keningmu’.” Ia juga menyarankan untuk saling berbagi kisah yang dihadapi sehari-hari kepada pasangan. Ini perlu dilakukan untuk menjaga kedekatan, sehingga ketika Anda dan pasangan bertemu ada hal-hal yang bisa diceritakan dan menghindari keadaan yang membuat Anda merasa seperti orang asing.

C6-09

Tak hanya lewat e-mail, surat konvensional pun sama serunya untuk membuat hubungan Anda terasa lebih personal dengan membaca goresan tangannya. Selipkan potongan surat kabar yang lucu atau puisi karangan Anda yang ditulis di atas daun. Anda bisa lebih kreatif melalui surat konvensional.

3. Nikmati kebebasan Anda
Hidup terlalu berdekatan dengan pasangan pun bisa jadi hal yang menyulitkan untuk masing-masing bisa bertumbuh secara pribadi maupun profesional. Hidup terpisah memang sulit, namun memberikan ruang kita secara pribadi untuk bertumbuh tapi tetap berada dalam sebuah hubungan. Seiring waktu berjalan, Anda akan saling mempelajari sikap dan sifat pasangan, hingga pada akhirnya jika memutuskan untuk hidup bersama, hal ini bukan lagi menjadi sebuah “pengorbanan” namun sebuah kompromi.

4. Buat jadi lebih menyenangkan
Anda bisa membuat keadaan lebih menyenangkan dengan membuat kejutan-kejutan untuk si dia. Bisa dengan memberikan hadiah-hadiah yang dikirimkan sewaktu-waktu. Ini penting untuk membuat ia merasa bahwa Anda memikirkan dia. Namun perlu diingat: beri jarak waktu. Jangan sampai ia merasa Anda membombardirnya. Berikan hadiah-hadiah yang dibuat personal, seperti buku yang sudah lama ingin ia baca, video berisi pesan, cokelat yang Anda buat sendiri, foto Anda berdua, liontin kunci, puisi buatan Anda sendiri, perhiasan bergrafir, bunga berisi pesan, dan lainnya. Semakin personal hadiah yang Anda buat, semakin besar dampak yang akan diterima oleh si dia.

Siapa yang tak suka kejutan manis? Kejutan bisa jadi menyenangkan karena tak disangka-sangka dan melambangkan betapa si pemberi kejutan sangat memerhatikan orang itu. Coba: buat iklan di koran nasional atau koran lokal tempat si dia yang isinya betapa Anda sangat menyayangi dia. Atau buat perjalanan mendadak ke tempatnya. Atau buat video pesan yang menyatakan perasaan Anda dengan cara tersendiri. Atau kirimkan hadiah ke rumahnya saat ia sedang mengunjungi Anda, hingga begitu ia sampai di rumahnya, hadiah tersebut sudah menunggunya. LDR bisa berhasil jika Anda dan pasangan bersedia menyiapkan waktu dan usaha untuk membuatnya berjalan baik.

5. Percayalah
Memang, LDR tidak mudah, namun berlama-lama berpikiran negatif hanya akan menghabiskan energi. Daripada berkeluh-kesah karena tak pernah bertemu, lebih baik membicarakan hal-hal menarik untuk Anda berdua. Semakin Anda bersikap bahagia terhadap hubungan Anda dan dia, kebahagiaan pun akan menghampiri Anda. Dr. Guldner berkata, kegagalan LDR umumnya hanya kesalahpahaman. Pasangan putus hubungan karena banyak hal. Dari 10 tahun riset yang dilakukannya, jarak bukan salah satu alasan utama penyebab retaknya hubungan. Malah jarak justru bisa membuat hati semakin dekat karena saling merindu. Pakar hubungan yang kerap tampil dalam Oprah Winfrey Show, Dr. Phil, mengatakan bahwa jika memang benar-benar mencintai seseorang, Anda akan rela untuk mengarungi segalanya untuk bisa bersama-sama dengannya.

Add comment July 10, 2009 imgreatdoctor

Tips Sukses Pacaran Jarak Jauh

Cinta memang tak kenal tempat dan waktu, dimana saja perasaan itu bisa bersemi. Karena itu banyak bermunculan pasangan yang berbeda jarak dipisahkan, sungai, gunung, laut, sampai benua.

Pasangan semacam ini memang punya tantangan sendiri. Jika kepercayaan dan cinta tak terlalu kuat, hubungan bisa gampang berantakan. Sebelum itu terjadi, baca dulu tips ini:

Komunikasi

Zaman sekarang semuanya sudah serba mudah. Walau beda benua banyak alternatif komunikasi yang bisa ditempuh. Selain telepon, dengan kecanggihan internet ngobrol lewat chatting bisa dilakukan. Mau kirim foto, sampai video semuanya serba mungkin. Apalagi biayanya juga jauh lebih murah. Tak ada lagi alasan untuk tak berkomunikasi. Ada keraguan, kecurigaan, atau perasaan lainnya, utarakan langsung pada sang kekasih. Jangan memendam dan menebak-nebak sendiri.

Tentang frekuensinya, sesuaikan dengan kegiatan masing-masing. Jangan sampai mengganggu dan membuat si dia kesal.

Tapi disela-sela komunikasi elektronik, tak ada salahnya sekali-sekali diselingi dengan surat biasa lewat pos. Selain lebih personal, di surat biasa anda bisa membubuhkan wewangian yang sering anda gunakan sehingga menimbulkan perasaan nostalgia pada dirinya. Jika si dia rindu pada makanan rumah tak ada salahnya sekali-sekali mengirim masakan favorit dia. Tapi sebelum itu cek dulu dengan perusahaan pengiriman atau kantor pos tentang prosedur pengiriman makanan.

Buat kejutan

Kejutan seringkali menjadi penyegar suatu hubungan. Untuk yang jarak jauh bisa memanfaatkan jasa pengiriman. Sesekali mengirim bunga bisa menjadi penawar rindu yang romantis. Jika memang ada waktu yang cukup untuk liburan kejutkan dia dengan datang ke kotanya. Tapi ingat juga kesibukannya, jangan terlalu banyak menuntut waktunya. Jika memungkinkan, cari tahu dulu jadwal dia pada hari itu. Kunjungan anda juga tak perlu lama-lama, yang penting perasaan rindu sudah terobati.

Tetapkan peraturan
Untuk menghindari salah paham dan hal-hal yang tidak diinginkan sebaiknya anda menetapkan beberapa aturan dasar. Misalnya, berapa lama harus bertemu, apakah setiap hari harus menelepon, adakah hari khusus dimana anda harus bertemu, serta berbagai aturan main lainnya.

Antisipasi segala kemungkinan
Namanya hubungan jarak jauh, faktor penghalang pasti banyak menghadang. Walaupun sudah buat rencana anda harus selalu siap untuk kemungkinan terburuk. Misalnya ketika sudah janji bertemu, kekasih anda ada meeting tiba-tiba. Atau bisa saja anda tak bisa pergi bertemu dia karena sahabat perlu teman curhat setelah putus dari pacar.

Percaya dan Sabar
Ketika sudah berkomitmen untuk hubungan jarak jauh, kepercayaan pada pasangan sangat penting. Jika tak bisa percaya pada pasangan sebaiknya anda berpikir dua kali sebelum menjalani hubungan jarak jauh. Anda bisa lelah sendiri disiksa kecurigaan dan kecemburuan karena tak bisa selalu mengawasi sang kekasih. Jika ada perasaan curiga atau gelisah, langsung ungkapkan kepadanya. Jangan dipendam sendiri dan berkembang menjadi masalah.

Keadaan emosi memang sulit dikontrol. Kadang kesal sedikit bisa jadi masalah. Khusus untuk pasangan jarak jauh, kesabaran adalah aspek yang penting. Seperti dilansir lovearticle, Rabu (21/9/2005), emosi pasangan pada hubungan jarak jauh lebih mudah meledak. Padahal seharusnya pasangan tersebut sangat menghargai saat-saat ketika mereka bertelepon atau bertemu.

Karena itu, jika timbul masalah sebaiknya coba bersabar dan jangan langsung meledak. Ingat, pertemuan dan komunikasi yang cukup sulit sebaiknya diisi dengan hal-hal yang menyenangkan supaya hubungan lebih mesra. Selalu akhiri pembicaraan dengan kata-kata yang manis.

Timbang baik dan buruknya
Tidak semua orang bisa menjalani hubungan jarak jauh dengan baik. Perlu banyak kesabaran dan usaha untuk melewati itu semua. Coba pertimbangkan positif dan negatif hubungan yang tengah dijalani. Apakah anda dan pasangan bahagia? Apakah anda lebih sering bertengkar daripada bermesraan? Apakah hubungan berubah menjadi buruk setelah kekasih pindah ke kota lain? Dan berbagai hal lainnya.

Jika setelah ditimbang ternyata hal buruk lebih unggul, tak ada salahnya anda berpikir dua kali untuk melanjutkan hubungan jarak jauh. Jangan tergesa-gesa mengakhiri hubungan, bicarakan dulu baik-baik dengan kekasih. Beri alasan dan argumen yang tepat. Pada akhirnya, akan sangat baik jika anda dan pasangan bisa menemukan jalan keluar. Siapa tahu adanya perubahan malah akan membuat lebih mesra. Tapi jika tidak, kenyataan pahit memang harus ditempuh. Lagian siapa yang mau terus-terusan sedih dan menderita karena cinta.

Prediksi masa depan
Hubungan yang punya tujuan, pasti bikin anda dan pasangan lebih semangat menjalaninya. Jika memang sudah saatnya tak ada salahnya menguatkan komitmen. Setidaknya jangan menghindar jika membicarakan hal tersebut. Suatu hubungan terutama jarak jauh perlu ‘iming-iming’ yang membuat anda dan pasangan tetap kuat. Setidaknya a

Add comment July 10, 2009 imgreatdoctor

Menikmati Hubungan Jarak Jauh

HUBUNGAN rumah tangga jarak jauh semakin banyak dilakoni. Umumnya, mereka memilih kondisi tersebut karena mempertahankan profesi masing-masing. Hubungan jarak jauh memang tidak mudah dilakoni. Namun, jangan berpikiran negatif dulu terhadap hubungan ini. Sebab, kebanyakan pasangan yang melakoninya malah tambah mesra. Mereka berkomitmen untuk saling percaya. Kendati begitu, pasangan juga harus berhati-hati karena dikhawatirkan bisa memercikkan konflik di mahligai rumah tangga. Untuk pasangan yang belum siap menjalaninya, mereka akan dihinggapi rasa curiga dan cemburu. Memang menjalani rumah tangga jarak jauh bukanlah persoalan yang mudah dan tentu saja sangat tidak menyenangkan. Hal ini sangat menyiksa bagi pasangan yang baru menikah. Di saat Anda masih menikmati kemesraan, mau tidak mau Anda harus berpisah dari pasangan. Tidak bisa dihindari pula, masalah pun makin mudah timbul. Karena frekuensi pertemuan dengan pasangan semakin berkurang. Dan bagi yang tidak siap melakoni hubungan long distance ini akan memunculkan dilema dan konflik-konflik kecil. Tidak menutup kemungkinan akan menyulut konflik besar. Karena dalam waktu lama, banyak pasangan yang tidak kuat. Artinya, pasangan yang terpisah itu tergoda mencari pelarian dari kesepiannya sehingga peluang selingkuh dan perceraian pun bisa terjadi. Psikolog dari Personal Growth Ratih Andjayani Ibrahim menyatakan, masalah rumah tangga umumnya terjadi karena lunturnya tingkat kepercayaan. Pasalnya, menurut dia, dalam membina hubungan suami istri, tingkat kepercayaan menjadi kunci kelanggengan hubungan. “Apalah artinya jika di antara pasangan itu tidak ada kepercayaan, maka kesetiaan pun juga tidak ada,” katanya. Untuk menjaga rumah tangga agar tetap langgeng, Ratih menuturkan, ada tiga pilar yang harus dipegang. Ketiganya adalah love (cinta), hope (harapan), dan trust (kepercayaan). Dia menyatakan, pernikahan harus didasari cinta karena tanpa cinta, pasangan menjadi tidak bersemangat menjalani hidup bersama. “Love is very important. Akan sulit menjalani hubungan rumah tangga tanpa adanya love. Pasangan yang memiliki cinta saja kadang timbul konflik, apalagi yang tanpa cinta,” ujarnya. Dari cinta itu, ujar psikolog yang sering menjadi pembicara talkshow wanita, melanjutkan akan menumbuhkan harapan bersama untuk mengayuh biduk berumah tangga. Selanjutnya, harapan itu akan melahirkan kepercayaan untuk berkomitmen agar saling setia dan tidak selingkuh. Dengan komitmen yang dipegang teguh pasangan suami dan istri, akan menciptakan hubungan rumah tangga yang lancar. Sementara itu, menyikapi hubungan rumah tangga yang terkendala jarak, dia tetap berkeyakinan, tiga pilar itu harus tetap dijaga terutama trust. Karena pada kenyataannya, pilar ketiga ini yang paling fragile (rapuh). Apalagi ketika ada masalah. Selain itu, lingkungan, situasi, dan jarak maupun orang ketiga yang mengusik hubungan rumah tangga juga dapat memicu kepercayaan menjadi tidak berkembang. “Jarak jauh memang mengancam tingkat kepercayaan masing-masing pasangan. Kalau di depan mata saja bisa bermasalah, apalagi kalau jauh,” cetusnya. Idealnya, kata dia, menjalani hidup berumah tangga memang harus serumah agar pasangan memiliki kualitas dan kuantitas bertemu yang baik. Artinya, intensitas pertemuan suami dan istri semakin sering dan lebih mudah. Dengan kuantitas bertemu itu akan menciptakan relasi (hubungan) yang berharga. Karena bisa membahas masalah sehari-hari dan memecahkan masalah yang terjadi secara tatap muka. Sayangnya, realita di zaman sekarang, banyak ditemukan pasangan rumah tangga yang tidak seberuntung itu. Pasangan banyak terpisah karena alasan pekerjaan. Namun, Ratih tidak memvonis bahwa pasangan yang dekat pun akan harmonis dan pasangan yang jauh akan berantakan. “Tidak selalu begitu,” katanya. Karena itu, untuk menyikapi agar hubungan rumah tangga tidak retak, pasangan harus menanamkan trust. “Trust harus dijaga benar-benar,” tegasnya. Pasalnya, sambung dia, jika trust goyah, akan memberi imbas negatif terhadap pilar-pilar yang lain.

Add comment July 10, 2009 imgreatdoctor

Tips Berkomunikasi Efektif

Pernahkah Anda menjumpai orang-orang yang terlihat begitu mudah bergaul dan berkomunikasi dengan banyak orang?

Padahal mereka baru masuk ke lingkungan/komunitas tersebut.

Banyak orang beranggapan orang-orang tersebut adalah kaum yang diberikan bakat dan anugerah oleh Alloh SWT sehingga mampu bergaul serta menjadi semacam magnet yang menarik setiap pribadi di sekelilingnya.

Sebenarnya hal tersebut dapat kita pelajari. Dengan menerapkan teknik komunikasi yang efektif, kita dapat melakukan hal yang sama dengan “kaum magnet pergaulan” tersebut.

Untuk dapat berkomunikasi dengan efektif maka setidaknya Anda harus memahami hal-hal berikut:

  1. Kemampuan untuk berempati
  2. Kemampuan untuk mengenali jenis penerimaan informasi
  3. Kemampuan peniruan bahasa tubuh

Sederhana sekali kan?

Dengan minimal menguasai tiga hal tersebut, insya Alloh kita dapat diterima dengan baik oleh berbagai macam lingkungan karena kemampuan komunikasi yang baik serta efektif.

Kemampuan untuk Berempati

Secara sederhana, empati adalah sikap mental yang memposisikan diri kita sebagai rekan komunikasi kita.

Dengan berempati maka setidaknya kita dapat melihat dari perspektif lawan bicara sehingga dapat secara efektif lebih diterima olehnya.

Selalu gunakan bahasa-bahasa positif yang secara bahasa ditujukan untuk mewakili kepentingan lawan bicara daripada untuk kepentingan diri sendiri.

Misalkan Anda ingin mengajak karyawan kita bekerja lebih baik maka coba bandingkan antara kedua kalimat berikut:

Kalimat Pertama: “Ayolah, jangan malas begitu. Nanti saya beri bonus kalau kalian mau bekerja lebih tekun.”

Kalimat Kedua: “Teman-teman, saya minta tolong supaya Anda semua mau bersama-sama membangun kemajuan usaha ini. Insya Alloh kita akan bersama-sama menikmati hasilnya.”

Nah, Anda dapat memastikan sendiri kan kira-kira pilihan yang mana dari kedua kalimat di atas yang akan lebih diterima oleh orang lain.

Kemampuan untuk mengenali jenis penerimaan informasi

Secara umum manusia dapat dikelompokkan berdasarkan jenis penerimaannya atas informasi sebagai berikut:

  1. Jenis Auditori
  2. Jenis auditori adalah orang-orang yang lebih mendayagunakan kemampuan pendengarannya saat menerima informasi.

    Ciri-ciri orang berjenis auditori antara lain dapat diidentifikasikan menurut pilihan katanya saat berkomunikasi yang didominasi kata-kata seperti:

    “Saya dengar..”
    “Saya cermati..”
    “Menurut apa yang saya terima..”

    Maka saat berkomunikasi dengan orang berjenis auditori, Anda harus menekankan pada pilihan kata-kata yang terkait dengan kemampuan respon pendengaran.

    Misalkan gunakan kata-kata yang kira-kira sesuai dengan kata-kata tersebut dengan aksentuasi yang tepat.

  3. Jenis Visual
  4. Jenis visual adalah orang-orang yang lebih mendayagunakan kemampuan penglihatannya saat menerima informasi.

    Ciri-ciri orang berjenis visual antara lain dapat diidentifikasikan menurut pilihan katanya saat berkomunikasi yang didominasi kata-kata seperti:

    “Saya lihat..”
    “Saya pandang..”
    “Menurut peninjauan saya..”

    Maka saat berkomunikasi dengan orang berjenis visual, Anda harus menekankan pada pilihan kata-kata yang terkait dengan kemampuan respon penglihatan.

    Atau kalau bisa gunakan presentasi-presentasi visual seperti membuat sketsa atau membuat tabel pada saat berdiskusi.

  5. Jenis Kinesthetic
  6. Jenis kinesthetic adalah orang-orang yang lebih mendayagunakan kemampuan perasaannya saat menerima informasi.

    Ciri-ciri orang berjenis kinesthetic antara lain dapat diidentifikasikan menurut pilihan katanya saat berkomunikasi yang didominasi kata-kata seperti:

    “Saya rasa..”
    “Sensasi yang saya terima..”
    “Menurut hati saya..”

    Maka saat berkomunikasi dengan orang berjenis kinesthetic, Anda harus menekankan pada pilihan kata-kata yang terkait dengan kemampuan respon perasaannya.

    Misalkan dengan memberikan perhatian penuh dan tidak memotong saat dia bicara, menarik napas agak dalam saat jeda waktu tertentu, dsb.

Kemampuan peniruan bahasa tubuh

Mayoritas informasi sebenarnya disampaikan melalui bahasa tubuh manusia. Maka menangkap makna dari bahasa tubuh merupakan hal penting yang harus kita lakukan dalam mencapai komunikasi yang efektif.

Selain menangkap makna bahasa tubuh, kesesuaian bahasa tubuh akan menyebabkan si penerima informasi lebih responsif terhadap apa yang kita sampaikan.

Tirulah setiap perubahan bahasa tubuh rekan komunikasi kita sehingga dia merasa nyaman berkomunikasi dengan kita.

Namun dalam proses peniruan bahasa tubuh tersebut, lakukan dengan hati-hati dan sehalus mungkin hingga tidak terasa oleh rekan bicara kita bahwa bahasa tubuhnya sedang diduplikasi.

Selamat berkomunikasi dengan efektif dan menjadi komunikator ulung yang mudah diterima oleh berbagai lingkungan!

Add comment July 10, 2009 imgreatdoctor

ReviewReviewReviewReviewReview Tips Komunikasi Efektif Orangtua dan Anak

Seperti bayangan, waktu melintas cepat. Peristiwa pun bergerak cepat seakan tak dapat ditangkap. Modernitas memang memaksa orang bergerak cepat, atau tertinggal. Rutinitas yang senantiasa bergerak cepat berpengaruh terhadap keluarga, tempat berangkat dan kembali. Kemudian, bagaimana juga dengan komunikasi orang tua dan anak, tentu semakin berjarak. Kesempatan untuk saling memahami dan mendalami akan semakin sempit. Tak heran jika banyak orang tua yang kaget melihat perkembangan anaknya. Tiba-tiba anaknya ditangkap polisi karena narkoba, tiba-tiba jadi anak yang pendiam, pemarah, pemurung dan masih banyak hal yang tiba-tiba menunggu para orangtua di rumah.
Seperti bayangan, waktu melintas cepat. Peristiwa pun bergerak cepat seakan tak dapat ditangkap. Modernitas memang memaksa orang bergerak cepat, sibuk, padat atau tertinggal. Rutinitas yang senantiasa bergerak cepat padat tentu berpengaruh terhadap keluarga, tempat berangkat dan kembali. Kemudian, bagaimana juga dengan komunikasi orangtua dan anak, tentu semakin berjarak. Kesempatan untuk saling memahami dan mendalami akan semakin sempit. Tak heran jika banyak orangtua yang kaget melihat perkembangan anaknya. Tiba-tiba anaknya ditangkap polisi karena narkoba, tiba-tiba jadi anak yang pendiam, pemarah, pemurung, dan masih banyak hal yang tiba-tiba menunggu para orangtua dirumah.

Jika orangtua memberikan respon yang salah terhadap sesuatu yang tiba-tiba itu, malahan bisa menjadi pemicu bertambah retaknya keluarga. Kemudian bagaimana dong, cara yang efektif diantara sempitnya ruang waktu bersama keluarga ini. Oke, kita simak berikut ini.

Seni Mendengarkan

Komunikasi, sesungguhnya tidak hanya terbatas dalam bentuk kata-kata. Komunikasi, adalah ekspresi dari sebuah kesatuan yang sangat kompleks : bahasa tubuh, senyuman, peluk kasih, ciuman sayang, dan kata-kata. Seni mendengarkan, membutuhkan totalitas perhatian dan keinginan mendengarkan, hingga sang pendengar dapat memahami sepenuhnya kompleksitas emosi dan pikiran orang yang sedang berbicara. Bahkan, komunikasi yang sejati, sang pendengar mampu memahami apa yang terjadi/yang dirasakan oleh lawan bicara meski dengan kata-kata yang sangat minimal.

Bagaimana Cara Mendengarkan Yang Baik?

Di awal artikel ini pembaca dapat menarik gambaran bagaimana suasana hati sang anak dan apa yang diharapkannya ketika ia mencoba “berkomunikasi” dengan sang ibu, dan bagaimana keadaan ‘hati’ anak setelah itu? Kejadian tersebut tampaknya sangat umum terjadi di mana-mana, di hampir setiap keluarga. Memang, tidak ada orangtua sempurna, karena setiap orangtua memiliki masalahnya masing-masing hingga seringkali memblokir hubungan positif yang seharusnya terjalin antara mereka dengan anak-anak. Tapi, bukan berarti hal itu dapat selalu dimaklumi, bukan? Bagaimanapun, setiap kita para orangtua, perlu diingatkan kembali, bagaimana cara ‘mendengarkan’ anak kita.

Fokuskan perhatian pada anak

Pada saat anak mencoba mengatakan sesuatu, berilah perhatian sepenuhnya pada ceritanya. Untuk itu, alangkah baiknya jika kita mengalihkan perhatian sejenak dari film atau sinetron yang sedang ditonton, majalah, koran, atau dari pekerjaan yang sedang dihadapi. Tataplah langsung di matanya sambil memberi kesan bahwa kita benar-benar siap memperhatikan ceritanya, dan mendorongnya untuk bercerita.

Re-statement, mengulangi cerita anak untuk menyamakan pengertian

Tahanlah diri untuk tidak menginterupsi ceritanya sampai anak selesai bercerita. Ketika anak selesai bercerita, cobalah memberikan kesimpulan berdasarkan hasil tangkapan kita terhadap ceritanya. Pola ini, memberikan feedback bagi orangtua dan anak, apakah kita benar-benar telah memahami apa yang diceritakan atau apa yang sebenarnya ingin diungkapkan oleh anak.

Menggali perasaan dan pendapat anak akan masalah yang sedang dihadapi

Kita boleh bertanya pada mereka : “bagaimana perasaan adek, waktu itu….”; cara ini jauh lebih baik ketimbang menjatuhkan penilaian subyektif atas diri mereka “ah, kamu pasti takut ! Kamu kan penakut….” atau “ah, paling kamu menangis…kan kamu cengeng” atau “kamu nggak menangis, kan ? Anak mama/papa pemberani, tentu tidak pernah menangis!”. Penilaian tersebut malah membuat anak frustrasi karena mereka mengharap orangtua bisa mengerti perasaan mereka, bukan menilai sikap dan perasaan mereka. Selain itu, penilaian subyektif orangtua yang datang terlalu cepat, bisa membuat anak menarik diri untuk tidak lebih lanjut menceritakan perasaan yang sebenarnya, karena orangtua sudah punya anggapan tertentu. Misal, anak itu sebenarnya takut ketika berhadapan dengan teman sekolah yang lebih besar badannya dan suka mengganggunya, namun urung bercerita karena orang tua sudah memberi label pada sang anak sebagai “anak mama-papa pasti pemberani”. Menceritakan perasaan dan kejadian yang sesungguhnya, hanya akan membuat dirinya dimarahi atau malu karena dianggap lemah.

Bantu anak mendefinisikan perasaan

Mendengarkan sepenuhnya cerita pengalaman anak, baik itu menyedihkan dan menyenangkan, membuat kita berdua (dengan anak) dapat berbagi rasa dan anak pun akan merasa orangtua menghargainya. Anak akan biasa bersikap terbuka karena yakin orangtua pasti bersedia mendengarkan mereka. Jika anak masih sulit mengidentifikasi perasaan mereka, bantulah dengan mendengarkan cerita mereka sungguh-sungguh, dan melontarkan kesan seperti “wah..adek sepertinya sedih sekali” atau “kamu kelihatan sangat marah” atau “adek sepertinya sedang bosan?”. Anak akan sangat lega ketika orangtua bisa menangkap perasaan mereka. Interaksi demikian, melatih anak mengidentifikasikan perasaan mereka secara tepat.

Bertanya

Hindari sikap memaksakan pendapat, cara atau penilaian orangtua, alangkah lebih baik jika orangtua membimbing mereka dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuat mereka semakin memahami kejadian yang dialami, teman yang dihadapi, perasaan yang mereka rasakan serta sikap, tindakan yang harus mereka lakukan sebagai pemecahannya.

Mendorong semangat anak untuk bercerita

Hanya dengan memberi respon “O ya? atau “Wow!…” sudah menjadi stimulasi bagi mereka untuk makin giat bercerita. Pola ini dapat membuat anak tenang dan nyaman karena merasa orangtua memahami apa yang mereka ungkapkan.

Mendorong anak mengambil keputusan yang tepat

Jika orangtua ingin membantu anak menghadapi masalahnya, sebaiknya kita tidak mengambil alih keputusan seperti “ya sudah, besok kamu tidak usah masuk sekolah” atau, “biar mama yang hadapi si boy temanmu yang nakal, biar mama si boy tahu apa yang anaknya lakukan!”. Sebaliknya, hadirkan beberapa alternatif yang membuat mereka berpikir dan memilih manakah solusi terbaik sambil membicarakan akibat-akibat yang bisa dirasakan baik oleh anak maupun oleh orang lain.

Menunggu redanya emosi anak dan mengajak berpikir positif

Jika anak masih diliputi emosi yang memuncak hingga membuatnya sulit berbicara, orangtua jangan memaksakan anak untuk segera bicara. Kita tidak akan berhasil membuatnya bercerita dan kita pun makin tidak sabar untuk tidak memberikan opini kita padanya. Konflik seringkali terjadi dan ini menyebabkan memburuknya hubungan orangtua anak. Berikan waktu untuk menyendiri sampai intensitas perasaannya mereda. Ketika emosinya mereda, anak akan lebih siap untuk diajak bicara. Sekali lagi, berusahalah untuk tidak memberikan opini kita pribadi, baik terhadap pilihan sikapnya, emosinya, dan tindakannya. Tanyakan pemikiran mereka terhadap masalah ini dan bagaimana kira-kira sikap yang sebaiknya mereka lakukan di kemudian hari. Sikap ini tidak saja menghindarkan anak dari perasaan dihakimi, namun juga membantu mereka lebih memahami kejadian/peristiwa itu secara obyektif serta menemukan nilai atau pelajaran berharga yang dapat dipetik dari kejadian itu.

Apa manfaat dari mendengarkan?

Bagi seorang anak, komunikasi bukan hanya bertujuan untuk membuat orang dewasa atau orang lain mengetahui dan memenuhi kebutuhannya. Dari komunikasi itu lah, anak dapat menarik kesimpulan, bagaimana orang dewasa memandang dirinya dan dari kesan inilah seorang anak membangun rasa percaya diri dan sense of self. Anak akan merasa dihargai, merasa percaya diri dan mengembangkan penilaian positif terhadap dirinya, ketika orangtua menaruh perhatian tidak hanya pada ceritanya, tapi juga pada pendapat, keyakinan, kesimpulan, ide-ide, perasaan, bahkan ketika pendapat tersebut tidak sesuai dengan pendapat orang tua. Sikap orangtua yang “mendengarkan” anak, membuat anak berani membuat perbedaan dan menjadi berbeda, tanpa takut dihukum, dilecehkan atau ditertawakan. Hal itulah yang menjadi salah satu landasan keberanian dan keinginan anak, untuk menjadi diri sendiri apa adanya.

Dari tanggapan-tanggapan orangtua, anak akan belajar mengenal banyak informasi dan pengetahuan, mendengar sesuatu yang berbeda dari yang dipikirkannya selama ini, melihat alternatif yang lain, menilai pendapat dan tindakannya sendiri, menilai posisi dirinya di mata orang lain, dan menarik kesimpulan apa yang harus dilakukan olehnya. Proses saling mendengarkan dan didengarkan, mengasah daya kritis dan kreativitas berpikir anak karena ketika antara anak dengan orangtua terdapat jalur 2 arah yang terbuka, maka terbuka pula akses informasi, pengetahuan, perasaan, pemikiran dan pengalaman dari kedua belah pihak. Satu sama lain, saling belajar dan saling memperkaya, saling mengenal dan semakin memahami.

Proses komunikasi antara orangtua dengan anak, sangat membantu anak memahami dirinya sendiri, perasaannya, pikirannya, pendapatnya dan keinginan-keinginannya. Anak dapat mengidentifikasi perasaannya secara tepat sehingga membantunya untuk mengenali perasaan yang sama pada orang lain. Lama kelamaan, semakin anak terlatih dalam mengenali emosi, tumbuh keyakinan dan sense of control terhadap perasaannya sendiri (lebih mudah mengendalikan sesuatu yang telah diketahui). Misal, jika anak sudah tahu bagaimana rasanya marah, sedih, kecewa, takut, kesepian, dsb. Maka akan lebih mudah bagi orangtua memberikan alternatif-alternatif cara menghadapi dan menyelesaikannya.

Mendengarkan anak secara sungguh-sungguh, membuat anak percaya pada orangtua. Hubungan mutual trust, ini membuat anak merasa lebih nyaman berada bersama orangtua, lebih memilih ‘curhat’ dengan orangtua dan siap menjadi “partner” ketika orangtua yang giliran butuh didengarkan.

Evaluasi Diri

Mendengarkan dan didengarkan, adalah kunci hubungan orangtua-anak yang sangat bermanfaat, baik untuk pengembangkan kematangan emosional, kepandaian intelektual, kemampuan membina kehidupan sosial yang baik serta penanaman nilai prinsip moral yang baik pada anak. Dengan mendengar dan didengar, jalur komunikasi dua arah terbuka lebar antara orangtua dan anak, memungkinkan keduanya saling mengerti dan membuat orangtua dapat memberikan dukungan yang diperlukan oleh anak. Namun sebaliknya, jika kata-kata yang diucapkan anak hanya sekedar ‘terdengar’ di telinga kita, akan hilang begitu saja terbawa angin dan tidak memberikan makna serta kontribusi apapun dalam proses pertumbuhan anak. Nah, apakah kita sebagai orangtua, tega mengorbankan kualitas perkembangan dan tingkat kematangan emosional, intelektual, moral dan kemampuan sosial anak kita demi kesenangan sesaat (film yang menarik, obrolan gossip yang asik, berita yang sedang dibaca, dan lain sebagainya). Inilah saatnya kita sebagai orangtua merefleksikan dalam kehidupan sehari-hari, apakah kita sudah lebih sering mendengarkan anak. Ataukah, cerita mereka hanya terdengar sayup-sayup oleh kita.

Add comment July 10, 2009 imgreatdoctor

8 Hal Yang Perlu di Perhatikan Muslimah

kebanyakan saudari muslimah secara tidak sadar atau karena belum tahu hukumnya dalam islam, melakukan hal-hal yang tidak sesuai syariat islam. Hal-hal yang dilarang keras bahkan pelakunya diancam siksaan yang pedih. Padahal Allah sudah memberikan tuntunan dan peringatan serta balasan atas perbuatan yang dilakukan.

  1. Kewajiban memakai Jilbab
    Masih saja ada yang menanyakan(menyangsikan) kewajiban berjilbab. Padahal dasar hukumnya sudah jelas yaitu:

    • Surat Al-Ahzab ayat 59 (33:59)

      Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan hijab keseluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebihi mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

    • Surat An-Nuur: ayat 31 (24:31)
      Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasanny, kecuali yang biasa tampak padanya. Dan hendaklah mereka menutup kain kudung kedadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putri mereka atau putra-putri suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau buda-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan lelaki yang tidak mempunyai keinginan terhadap wanita, atau anak-anak yang belum mengerti aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah hai orang-orang beriman supaya kamu beruntung ”

      “(Ini adalah) satu surat yang kami turunkan dan kami wajibkan (menjalankan hukum-hukum yang ada di dalam)nya, dan kami turunkan di dalamnya ayat ayat yang jelas, agar kamu selalu mengingatinya”. (An-Nuur:1)

      Ayat pertama Surat An-Nuur yang mendahului ayat-ayat yang lain. Yang berarti hukum-hukum yang berada di surat itu wajib hukumnya.

    • Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata dalam Tafsirnya:
      “Janganlah kaum wanita menampakkan sedikitpun dari perhiasan mereka kepada pria-pria ajnabi (yang bukan mahram/halal nikah), kecuali yang tidak mungkin disembunyikan.”
    • Ibnu Masud berkata : Misalnya selendang dan kain lainnya. “Maksudnya adalah kain kudung yang biasa dikenakan oleh wanita Arab di atas pakaiannya serat bagian bawah pakiannya yang tampak, maka itu bukan dosa baginya, karena tidak mungkin disembunyikan.”
    • Al-Qurthubi berkata: Pengecualian itu adalah pada wajah dan telapak tangan. Yang menunjukkan hal itu adalah apa yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Aisyah bahwa Asma binti Abu Bakr menemui Rasulullah shalallohu ‘alahi wa sallam sedangkan ia memakai pakaian tipis. Maka Rasulullah berpaling darinya dan berkata kepadanya :
      “Wahai Asma ! Sesungguhnya jika seorang wanita itu telah mencapai masa haid, tidak baik jika ada bagian tubuhnya yang terlihat, kecuali ini.” Kemudian beliau menunjuk wajah dan telapak tangannya. Semoga Allah memberi Taufik dan tidak ada Rabb selain-Nya.”
    • Juga berdasarkan sabda Nabi shalallohu ‘alahi wa sallam:
      “Ada tida golongan yang tidak akan ditanya yaitu, seorang laki-laki yang meninggalkan jamaah kaum muslimin dan mendurhakai imamnya (penguasa) serta meninggal dalam keadaan durhaka, seorang budak wanita atau laki-laki yang melarikan diri (dari tuannya) lalu ia mati, serta seorang wanita yang ditinggal oleh suaminya, padahal suaminya telah mencukupi keperluan duniawinya, namun setelah itu ia bertabarruj. Ketiganya itu tidak akan ditanya.” (Ahmad VI/19; Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad).
      Tabarruj adalah perilaku wanita yang menampakkan perhiasan dan kecantikannya serta segala sesuatu yang wajib ditutup karena dapat membangkitkan syahwat laki-laki. (Fathul Bayan VII/19).

    Masihkah menyangsikan kewajiban mamakai Jilbab?

  2. Menggunjing, Gosip = Ghibah
    Maaf saudari muslimah, ini juga sangat2 sering dilakukan tanpa sadar. Begitu saja terjadi dan tiak terasa bahwa itu salah satu dosa, karena begitu biasanya. Definisi ghibah dapat kita lihat dalam hadits Rasulullah berikut ini:

    “Ghibah ialah engkau menceritakan saudaramu tentang sesuatu yang ia benci.” Si penanya kembali bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah pendapatmu bila apa yang diceritakan itu benar ada padanya ?” Rasulullah menjawab, “kalau memang benar ada padanya, itu ghibah namanya. Jika tidak benar, berarti engkau telah berbuat buhtan (mengada-ada).” (HR. Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ahmad).

    Berdasarkan hadits di atas telah jelas bahwa definisi ghibah yaitu menceritakan tentang diri saudara kita sesuatu yang ia benci meskipun hal itu benar. Ini berarti kita menceritakan dan menyebarluaskan keburukan dan aib saudara kita kepada orang lain. Allah sangat membenci perbuatan ini dan mengibaratkan pelaku ghibah seperti seseorang yang memakan bangkai saudaranya sendiri. Allah berfirman:

    ” Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat: 12)

  3. Menjaga Suara
    Suara empuk dan tawa canda seorang wanita terlalu sering kita dengarkan di sekitar kita, baik secara langsung atau lewat radio dan televisi. Terlebih lagi bila wanita itu berprofesi sebagai penyiar atau MC karena memang termasuk modal utamanya adalah suara yang indah dan merdu. Begitu mudahnya wanita memperdengarkan suaranya yang bak buluh perindu, tanpa ada rasa takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Padahal Dia telah memperingatkan:

    “Maka janganlah kalian merendahkan suara dalam berbicara sehingga berkeinginan jeleklah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang ma‘ruf.” (Al Ahzab: 32)

    Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga telah bersabda : “Wanita itu adalah aurat, apabila ia keluar rumah maka syaitan menghias-hiasinya (membuat indah dalam pandangan laki-laki sehingga ia terfitnah)”. (HR. At Tirmidzi, dishahihkan dengan syarat Muslim oleh Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi`i dalam Ash Shahihul Musnad, 2/36).
    Sebagai muslimah harus menjaga suara saat berbicara dalam batas kewajaran bukan sengaja dibikin mendesah-desah, mendayu-dayu, merayu, dan semisalnya. Wallahu a’lam

  4. Mencukur alis mata
    Abdullah bin Mas’ud RadhiyAllohu ‘anhu, dia berkata :

    “Alloh Subhanahu wa Ta’ala melaknat wanita yang mencukur alisnya dan wanita yang minta dicukurkan alisnya, wanita yang minta direnggangkan giginya untuk mempercantik diri, yang mereka semua merubah ciptaan Alloh”.

    Mencukur alis atau menipiskannya, baik dilakukan oleh wanita yang belum menikah atau sudah menikah, dengan alasan mempercantik diri untuk suami atau lainnya tetap diharamkan, sekalipun disetujui oleh suaminya. Karena yang demikian termasuk merubah penciptaan Allah yang telah menciptakannya dalam bentuk yang sebaik- baiknya. Dan telah datang ancaman yang keras serta laknat bagi pelakunya. Ini menunjukkan bahwa perbuatan tersebut adalah haram.

  5. Memakai Wangi-wangian
    Dari Abu Musa Al-Asyari bahwasannya ia berkata: Rasulullah shalallohu ‘alahi wa sallam bersabda:

    “Siapapun wanita yang memakai wewangian, lalu ia melewati kaum laki-laki agar mereka mendapatkan baunya, maka ia adalah pezina.” (Al-Hakim II/396 dan disepakati oleh Adz-Dzahabi).

    Dari Zainab Ats-Tsaqafiyah bahwasannya Nabi bersabda shalallohu ‘alahi wa sallam:

    “Jika salah seorang diantara kalian (kaum wanita) keluar menuju masjid, maka jangan sekali-kali mendekatinya dengan (memakai) wewangian.” (Muslim dan Abu Awanah).

    Dari Musa bin Yasar dari Abu Hurairah: Bahwa seorang wanita berpapasan dengannya dan bau wewangian tercium olehnya. Maka Abu Hurairah berkata :

    Wahai hamba Allah ! Apakah kamu hendak ke masjid ? Ia menjawab : Ya. Abu Hurairah kemudian berkata : Pulanglah saja, lalu mandilah ! karena sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah bersabda : “Jika seorang wanita keluar menuju masjid sedangkan bau wewangian menghembus maka Allah tidak menerima shalatnya, sehingga ia pulang lagi menuju rumahnya lalu mandi.” (Al-Baihaqi III/133).

    Alasan pelarangannya sudah jelas, yaitu bahwa hal itu akan membangkitkan nafsu birahi. Ibnu Daqiq Al-Id berkata :

    “Hadits tersebut menunjukkan haramnya memakai wewangian bagi wanita yang hendak keluar menuju masjid, karena hal itu akan dapat membangkitkan nafsu birahi kaum laki-laki” (Al-Munawi : Fidhul Qadhir).

    Syaikh Albani mengatakan: Jika hal itu saja diharamkan bagi wanita yang hendak keluar menuju masjid, lalu apa hukumnya bagi yang hendak menuju pasar, atau tempat keramaian lainnya ? Tidak diragukan lagi bahwa hal itu jauh lebih haram dan lebih besar dosanya. Berkata Al-Haitsami dalam AZ-Zawajir II/37

    “Bahwa keluarnya seorang wanita dari rumahnya dengan memakai wewangian dan berhias adalah termasuk perbuatan dosa besar meskipun suaminya mengizinkan”.Selanjutnya tentang pakaian seorang muslimah. Fenomena jilbab sangat bagus saat ini, tetapi sangat disayangkan dalam pelaksanaannya masih jauh dari yang disyariatkan, jilbab gaul istilahnya.

    6. Memakai Pakaian transparan dan membentuk tubuh/ketat

    Sebab yang namanya menutup itu tidak akan terwujud kecuali tidak trasparan. Jika transparan, maka hanya akan mengundang fitnah (godaan) dan berarti menampakkan perhiasan. Dalam hal ini Rasulullah telah bersabda :

    “Pada akhir umatku nanti akan ada wanita-wanita yang berpakain namun (hakekatnya) telanjang. Di atas kepala mereka seperti punuk unta. Kutuklah mereka karena sebenarnya mereka adalah kaum wanita yang terkutuk.” (At-Thabrani Al-Mujamusshaghir : 232).

    Di dalam hadits lain terdapat tambahan yaitu :
    “Mereka tidak akan masuk surga dan juga tidak akan mencium baunya, padahal baunya surga itu dapat dicium dari perjalanan sekian dan sekian.” (HR.Muslim).

    Ibnu Abdil Barr berkata :
    “Yang dimaksud oleh Nabi adalah kaum wanita yang mengenakan pakaian yang tipis, yang dapat mensifati (menggambarkan) bentuk tubuhnya dans tidak dapat menutup atau menyembunyikannya. Mereka itu tetap berpakaian namanya, akan tetapi hakekatnya telanjang.” ( Tanwirul Hawalik III/103).

    Dari Abdullah bin Abu Salamah, bahawsanya Umar bin Al-Khattab pernah memakai baju Qibtiyah (jenis pakaian dari Mesir yang tipis dan berwarna putih) kemudian Umar berkata :

    “Jangan kamu pakaikan baju ini untuk istri-istrimu !. Seseorang kemudian bertanya : Wahai Amirul Muminin, Telah saya pakaikan itu kepada istriku dan telah aku lihat di rumah dari arah depan maupun belakang, namun aku tidak melihatnya sebagai pakaian yang tipis !. Maka Umar menjawab : Sekalipun tidak tipis,namun ia menggambarkan lekuk tubuh.” (H.R. Al-Baihaqi II/234-235).

    Usamah bin Zaid pernah berkata: Rasulullah shalallohu ‘alahi wa sallam pernah memberiku baju Qibtiyah yang tebal yang merupakan baju yang dihadiahkan oleh Dihyah Al-Kalbi kepada beliau. Baju itu pun aku pakaikan pada istriku. Nabi bertanya kepadaku: “Mengapa kamu tidak mengenakan baju Qibtiyah ?” Aku menjawab : Aku pakaikan baju itu pada istriku. Nabi lalu bersabda :

    “Perintahkan ia agar mengenakan baju dalam di balik Qibtiyah itu, karena saya khawatir baju itu masih bisa menggambarkan bentuk tulangnya.” (Ad-Dhiya Al-Maqdisi : Al-Hadits Al-Mukhtarah I/441).

    Aisyah pernah berkata:
    ” Seorang wanita dalam shalat harus mengenakan tiga pakaian : Baju, jilbab dan khimar. Adalah Aisyah pernah mengulurkan izar-nya (pakaian sejenis jubah) dan berjilbab dengannya (Ibnu Sad VIII/71).

    Pendapat yang senada juga dikatakan oleh Ibnu Umar : Jika seorang wanita menunaikan shalat, maka ia harus mengenakan seluruh pakainnya :
    Baju, khimar dan milhafah (mantel)” (Ibnu Abi Syaibah: Al-Mushannaf II:26/1).

    7. Memakai Pakaian menyerupai pakaian Laki-laki

    Karena ada beberapa hadits shahih yang melaknat wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria, baik dalam hal pakaian maupun lainnya. Dari Abu Hurairah berkata:

    “Rasulullah melaknat pria yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian pria” (Al-Hakim IV/19 disepakati oleh Adz-Dzahabi).

    Dari Abdullah bin Amru yang berkata: Saya mendengar Rasulullah shalallohu ‘alahi wa sallam bersabda:
    “Tidak termasuk golongan kami para wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria dan kaum pria yang menyerupakan diri dengan kaum wanita.” (Ahmad II/199-200)

    Dari Ibnu Abbas yang berkata: Nabi shalallohu ‘alahi wa sallam melaknat kaum pria yang bertingkah kewanita-wanitaan dan kaum wanita yang bertingkah kelaki-lakian. Beliau bersabda :
    “Keluarkan mereka dari rumah kalian. Nabi pun mengeluarkan si fulan dan Umar juga mengeluarkan si fulan.”

    Dalam lafadz lain :
    “Rasulullah melaknat kaum pria yang menyerupakan diri dengan kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria.” (Al-Bukhari X/273-274).

    Dari Abdullah bin Umar, Rasulullah shalallohu ‘alahi wa sallam bersabda:
    “Tiga golongan yang tidak akan masuk surga dan Allah tidak akan memandang mereka pada hari kiamat; Orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang bertingkah kelaki-lakian dan menyerupakan diri dengan laki-laki dan dayyuts (orang yang tidak memiliki rasa cemburu).” ( Al-Hakim I/72 dan IV/146-147 disepakati Adz-Dzahabi).

    Dalam hadits-hadits ini terkandung petunjuk yang jelas mengenai diharamkannya tindakan wanita menyerupai kaum pria, begitu pula sebaiknya. Ini bersifat umum, meliputi masalah pakaian dan lainnya, kecuali hadits yang pertama yang hanya menyebutkan hukum dalam masalah pakaian saja.

    8. Memakai Pakaian menyerupai pakaian Wanita Kafir

    Syariat Islam telah menetapkan bahwa kaum muslimin (laki-laki maupun perempuan) tidak boleh bertasyabuh (menyerupai) kepada orang-orang kafir, baik dalam ibadah, ikut merayakan hari raya, dan berpakain khas mereka. Dalilnya Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala surat Al-Hadid ayat 16, yang artinya :

    “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka) dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik(Al-Hadid:16).”

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat Al-Hadid ayat 16, yang artinya:
    “Janganlah mereka seperti…” merupakan larangan mutlak dari tindakan menyerupai mereka, di samping merupakan larangan khusus dari tindakan menyerupai mereka dalam hal membatunya hati akibat kemaksiatan (Al-Iqtidha… hal. 43).

    Ibnu Katsir berkata ketika menafsirkan ayat ini (IV/310): Karena itu Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang orang-orang beriman menyerupai mereka dalam perkara-perkara pokok maupun cabang. Allah berfirman : Artinya:
    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad).“Raaina” tetapi katakanlah “Unzhurna” dan dengarlah. Dan bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih” (Q.S. Al-baqarah:104).

    Lebih lanjut Ibnu Katsir berkata dalam tafsirnya (I/148): Allah melarang hamba-hamba-Nya yang beriman untuk mnyerupai ucapan-ucapan dan tindakan-tindakan orang-orang kafir. Sebab, orang-orang Yahudi suka menggunakan plesetan kata dengan tujuan mengejek.

    Jika mereka ingin mengatakan “Dengarlah kami” mereka mengatakan “Raaina” sebagai plesetan kata “ruunah” (artinya ketotolan) sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nisa ayat 46. Allah juga telah memberi tahukan dalam surat Al-Mujadalah ayat 22, bahwa tidak ada seorang mu’min yang mencintai orang-orang kafir. Barangsiapa yang mencintai orang-orang kafir, maka ia bukan orang mu’min, sedangkan tindakan menyerupakan diri secara lahiriah merupakan hal yang dicurigai sebagai wujud kecintaan, oleh karena itu diharamkan. (md/mdiamslm)

Add comment July 10, 2009 imgreatdoctor

Tips Hubungan Jarak Jauh

Banyak orang bahkan teman teman gue mengeluhkan hubungan jarak jauh yang kadang kadang banyak menghasilkan kesalahpahaman bahkan berbuntut pada putusnya hubungan dua insan yang saling mencintai..Mereka menyebutnya misscomunication alias banyak nggak nyambungnya…

Hal ini terjadi karena mereka hidup pada tempat yang berbeda dengan permasalahan yang berbeda beda pula, ditambahkan lagi mereka tidak membicarakan persoalanya secara langsung bertatap muka sedemikian transfer perasaanpun sulit terjadi. Padahal banyak yang berharap dengan komunikasi segalanya jadi lancar, bisa bersharing/berbagi suka duka dengan kekasih hatinya…

Namun pada kenyataanya terjadi miss dimana-mana, sehingga bukan mustahil sehabis telepon bukan hal menyenangkan yang didapatkan melainkan bertambahnya masalah baru yang menjadikan uring uringan sendiri. Didalam uring uringan bukan mustahil kita menyimpulkan segala sesuatunya sendiri, seperti perasaan nggak cocok, Jatuh cinta sama orang yang salah, Dianya nggak mau ngerti, egoislah dll. Tetapi jengkelnya ketergantungan teleponpun tidak bisa dihentikan karena bagaimanapun itulah sarana satu satunya untuk melepas kerinduan mereka. Ibarat kata seperti makan buah simalakama…

Adahal yang bisa gue saranin buat ngatasi hal ini, yaitu janganlah menelpon pada saat banyak masalah sedemikian masalah itu tidak terbawa situasinya kedalam pembicaraan yang akhirnya mempengaruhi psykology lawan bicara sedemikian menghasilkan pembicaraan yang datar dan tidak menyenangkan.
Maksud kita sich pengen sharing perasaan tentang masalah kita tetapi karena tidak terlibatnya emosional maka justru menghasilkan sesuatu yang kontra produktif. Percayalah dengan mendengar tawa canda orang yang kita cintai itu sudah bisa mengatasi kerinduan dan segala masalah kita, karena dengan begitu kita akan lebih jernih dalam berpikir dan bisa mengatasi segala sesuatunya dengan baik….

Salam manis

Add comment July 10, 2009 imgreatdoctor

Previous Posts

Pages

Categories

Links

Meta

Calendar

December 2016
M T W T F S S
« Jul    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031