Konflik Perlu Agar Hubungan Lebih Harmonis

July 8, 2009 imgreatdoctor

Bertengkar dengan pasangan adalah wajar. Yang penting adalah bagaimana mengakhirinya dengan baik.

Konflik atau salah paham dalam hubungan suami-istri adalah hal lumrah dan biasa terjadi. Bahkan, kata orang, konflik yang sehat justru akan semakin menyuburkan cinta di antara pasangan, sehingga rumah tangga pun bisa harmonis. Nah, bagaimana cara membuat konflik atau salah paham yang terjadi bisa diatasi dengan baik, dan hubungan bisa tetap harmonis?

1. TETAP PERCAYA
Yang perlu selalu diingat adalah bahwa tak selamanya Anda dan pasangan akan selalu berada dalam manisnya cinta, seperti saat-sat pacaran dulu. Persoalan yang dihadapi sudah sangat berbeda, dan benturan-benturan, kecil maupun besar, mau tak mau pasti akan terjadi juga. Nah, dalam kondisi seperti ini, yang harus Anda lakukan adalah jangan sekali-kali meninggalkan kepercayaan Anda pada pasangan.

Ingatlah bagaimana ia selalu mencintai Anda, ingatlah bagaimana ia selalu berada di sisi Anda di saat-saat suka maupun duka. Ia selalu mengerti siapa Anda sesungguhnya. Tetap percayalah bahwa Anda pun selalu mencintainya, selalu mengerti perasaan-perasaannya, dan selalu berada di setiap suasana hatinya. Dengan kesadaran seperti ini, rasa cinta Anda berdua tak bakal luntur, apalagi jika yang muncul hanya persoalan kecil. Meski dalam situasi sesulit apapun, misalnya karena salah paham, Anda akan tetap terikat pada cinta Anda. Bisa jadi, cintalah yang selalu membuka hati ketika mendung menyelimuti hati Anda.

2. BICARA DARI HATI KE HATI
Tak mudah untuk cepat-cepat menghilangkan kesalahpahaman atau emosi yang tengah meluap. Apalagi jika Anda berdua adalah pasangan muda. Sadarilah bahwa pasangan sedang dilingkupi oleh kemarahan. Untuk itu, Anda harus pandai menjaga emosi agar tidak ikut hanyut dalam kemarahan yang sama. Anda bahkan harus bisa menanggapi kekesalan hati pasangan dengan sikap yang tenang. Ketenangan yang Anda tunjukkan akan mampu menggiring pasangan untuk mau diajak bicara.

Pahamilah pikiran dan perasaan pasangan yang sedang emosi. Ajak ia mengungkapkan unek-uneknya, termasuk kekesalannya pada Anda. Tanyakan apa yang membuatnya kesal. Ajak ia untuk menjelaskan kesalahan-kesalahan yang secara tidak sadar Anda lakukan. Jangan biarkan pasangan memendam persoalan. Bisa-bisa, persoalan akan semakin membesar dan menjadi bom waktu bagi keharmonisan rumah tangga Anda. Bicaralah dari hati ke hati, niscaya tembok tebal egoisme atau kebekuan hati akibat emosi, kecewa, atau perasaan tak enak bisa cair. Anda berdua pun akan kembali menikmati indahnya cinta.

3. CURHAT YANG BENAR
Curhat memang perlu. Tapi hati-hati, kalau dilakukan tidak pada waktu dan tempat yang benar, bisa-bisa malah menjadi bumerang. Bisa-bisa Anda malah makin terpojokkan dan dibawa ke situasi yang lebih sulit. Jadi, jika kesalahpahaman atau kemarahan tengah menyelimuti Anda dan pasangan, berusahalah untuk tetap menjaga diri. Usahakan untuk tidak curhat ke tempat atau orang yang salah. Misalnya, jangan curhat kepada orang yang tidak bisa menyimpan rahasia dan cenderung mengumbar cerita ke siapa saja.

Akan lebih baik bila Anda curhat ke orang-orang yang dewasa dalam berpikir dan bertindak, misalnya sahabat karib atau orang tua Anda. Dengan demikian, apapun masalah Anda, tidak akan bocor kemana-mana.
Yang terbaik sebenarnya adalah tidak usah curhat kemana-mana. Curhatlah hanya dengan pasangan. Ungkapkan bahwa Anda kecewa karena pasangan telah melakukan kesalahan. Tentu, katakan dengan bahasa yang bijak tanpa kemarahan. Katakan bahwa pikiran dan hati Anda benar-benar terganggu dengan kesalahpahaman itu. Meski sulit, cara ini hasilnya akan jauh lebih baik. Anda dan pasangan akan semakin mesra ketika sama-sama berhasil menyelesaikan persoalan bersama-sama.

4. CARI TEMPAT YANG ENAK
Apa yang Anda rasakan saat muncul “masalah” dengan pasangan Anda? Tentu, suasana jadi tegang, canggung, dan muncul rasa tak nyaman. Rumah pun serasa panas dan tak lagi nyaman. Nah, ada baiknya Anda ajak pasangan ke tempat atau suasana baru, terutama yang bisa menimbulkan suasana relaks. Anda bisa misalnya pergi ke tempat-tempat berhawa sejuk yang bisa membawa ketenangan. Pegunungan, pantai, atau restoran langganan yang memang nyaman bisa menjadi pilihan. Persoalan-persoalan rumit yang ada pun akan lebih mudah diencerkan jika suasananya nyaman. Yang Anda berdua butuhkan adalah kemauan untuk menyelesaikan persoalan.

5. INGATLAH ANAK-ANAK
Anak-anak seringkali bisa mencairkan suasana beku yang muncul akibat perselisihan suami-istri. Anak-anak juga akan mengingatkan Anda bagaimana perjalanan cinta Anda berdua hingga membuahkan anugerah istimewa tersebut. Jadi, jangan lupakan mereka saat Anda sedang bercekcok dengan pasangan. Jadikan mereka inspirasi untuk memecahkan kebekuan. Kepolosan dan ketulusan hati si kecil juga dapat Anda jadikan pegangan untuk menciptakan suasana yang penuh suka-cita.

6. KENANG HAL-HAL LUCU
Humor atau kelucuan sudah terbukti ampuh untuk mengubah kebekuan suasana. Nah, Anda pun bisa menggunakannya untuk memecahkan masalah yang muncul dengan pasangan Anda. Di saat pasangan sedang merasa tak nyaman pada Anda, sebisa mungkin hadirkan kenangan-kenangan lucu, konyol, dan menyenangkan. Kenangan-kenangan itu kemungkinan besar bisa membuat hatinya lunak. Tentu, jangan terburu-buru. Bagaimanapun, pasangan tengah diliputi emosi. Pelan-pelan sajalah, dan pasangan pun akhirnya akan menunjukkan keceriaannya kembali.

7. BERI MAAF
Kekesalan Anda karena sikap pasangan yang sedang tak mengenakkan bukan berarti lantas menutup pintu maaf. Berilah maaf dengan tulus, setiap kali pasangan membuat kesalahan atau setiap kali kesalahpahaman akibat ulahnya terjadi. Kalau perlu, jangan menunggu pasangan meminta maaf. Maafkan ia lebih dulu, meski dalam hati sekalipun. Cara ini merupakan langkah awal yang jitu untuk tetap mampu mempertahankan hubungan. Tentu, untuk menjadi pemaaf di saat disakiti butuh kebesaran hati dan cinta yang luar biasa. Namun, Anda akan merasakan kebahagian yang tak kalah luar biasanya bila pasangan akhirnya menyadari kekeliruannya.

8. INTROSPEKSI
Introspeksi dibutuhkan di setiap kesempatan. Jadi, pada saat terjadi kekecewaan atau kesalahpahaman, cobalah tanyakan pada diri sendiri, kenapa hal itu bisa terjadi. Gali kelemahan-kelemahan diri yang mungkin bisa menjadi pemicu kesalahpahaman itu. Dengan menggali kelemahan-kelemahan diri itu, Anda bisa menemukan jawban-jawaban yang mungkin bisa digunakan untuk mengurai dan menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi.

9. JALIN KOMUNIKASI
Namun, jangan berhenti semata dengan introspeksi. Yang juga harus Anda lakukan adalah meningkatkan rasa percaya dan cinta Anda pada pasangan. Salah satu caranya adalah dengan berkomunikasi. Tampaknya sepele, namun banyak pasangan yang ternyata gagal menjalin komunikasi yang baik, lho. Sediakan waktu khusus untuk berkomunikasi, apalagi jika Anda dan pasangan tengah memiliki masalah. Jadilah pendengar yang baik. Jangan cuma bisa berbicara namun tak mau mendengarkan apa yang diutarakan pasangan. Kalau ini yang Anda lakukan, pasangan bisa-bisa akan merasa tidak dihargai.

Entry Filed under: Keluarga Bahagia Dunia Akhirat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Pages

Categories

Calendar

July 2009
M T W T F S S
     
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
 
%d bloggers like this: