Memperbaiki Hubungan Suami Istri

July 8, 2009 imgreatdoctor

Memperbaiki Perkawinan, memperbaiki hubungan suami istri.
Saat menghadapi masalah perkawinan, Anda memang bisa saja menyalahkan kondisi keuangan dan keadaan negara yang kurang kondusif. Data statistik membuka fakta, memang tak sedikit perkawinan yang berantakan gara-gara persoalan ekonomi.

Jadi, memang beralasan bila di situasi ekonomi yang serba sulit, kehidupan perkawinan lebih terasa membebani. Nah, marilah kerahkan segenap daya untuk mengupayakan agar perkawinan tetap sehat. Mumpung di akhir tahun, tegaskan niat luhur Anda melalui 10 resolusi berikut:

1. Resolusi Bicara
Anda tak dapat berkelit dari segala bentuk kesibukan, terutama urusan anak, mengatur jadwal ini-itu, sekolah, kerja, menyandang peran sosial, dan sebagainya. Ujung-ujungnya semua kesibukan tadi membuat lelah, hingga akhirnya Adna enggan atau tak punya waktu untuk bicara dengan pasangan. Ada pasangan suami-istri yang telah menikah hampir 10 tahun lamanya, terbiasa berkomunikasi lewat tulisan karena dianggap praktis dan membutuhkan sedikit waktu, energi, dan interaksi.

Namun beberapa bulan lalu, mereka secara kebetulan bisa duduk bersama dan betul-betul bicara dalam arti sesungguhnya. Suatu “keajaiban” yang tak pernah mereka rasakan selama bertahun-tahun mengarungi biduk perkawinan! Mengapa jadi luar biasa? Mereka pikir, seiring berjalannya waktu masing-masing sudah tahu segala hal tentang pasangan. Rupanya ada banyak hal yang tersisa sebagai misteri. Bagi mereka, menceritakan hal-hal yang muncul dalam mimpi maupun mengenai rencana masa depan, atau soal politik, ternyata sangat mengesankan. Setelah kejadian itu mereka berdua sepakat untuk menyisihkan waktu, setidaknya sekali dalam sehari, untuk ngobrol soal apa saja. Manfaatnya, bukan hanya meniupkan angin segar bagi jiwa yang terasa kering, tapi juga menimbulkan rasa nyaman.

2. Resolusi Bertindak Atas Nama Cinta
Apa, sih, susahnya menimpakan segala kesalahan kepada orang lain atas hal-hal buruk yang dialami dalam perkawinan. Bahkan untuk hal sepele yang terjadi dalam keseharian, Anda cenderung menyalahkan orang lain. Contohnya, “Kenapa harus selalu aku, sih, yang buang sampah?” Atau, “Lho, Papa, kok, bisa lupa kalau sekarang giliran menjemput anak-anak?”

Bila semua hal dipertanyakan, bisa-bisa stres akan merasuki hidup perkawinan. Siapkah Anda terkuras energi memikirkan hal-hal remeh-temeh tadi? Bukankah lebih baik bila semua persoalan diselesaikan dalam cinta? Menempatkan harga diri pasangan di tempat yang lebih tinggi dari gengsinya sendiri, akan membuat semua beban terasa lebih ringan. Hidup pun akan berjalan lebih mudah.

3. Resolusi Mencium
Bagi pasangan yang baru menikah pasti tak masalah soal ini. Namun, tak demikian halnya pada pasangan yang sudah “karatan”. Kebiasaan mencium pasangan seolah ikut menguap seiring berlalunya waktu. Nah, bila Anda termasuk dalam kelompok terakhir, niatkan untuk memulai hari demi hari dengan memeluk dan mencium pasangan. Jangan lupa untuk mengakhiri setiap hari yang telah dilewati juga dengan memeluk dan mencium pasangan.

4. Resolusi Nyatakan “I love you!”
Apa pun yang terjadi sepanjang hari tadi, jangan pernah lupa mengatakan “I love you” pada pasangan. Tiga kata sederhana ini memiliki banyak makna, sekaligus berperan sebagai “obat” mujarab penyembuh segala luka. Anda bisa mengatakannya kapan saja, baik di pagi hari, tengah hari saat berjauhan, di malam hari, atau saat sedang bicara di telepon.

Jika Anda terbiasa mengucapkannya sepenuh hati, bukan tak mungkin rangkaian kata ini senantiasa menjadi pengikat yang meninggalkan kesan mendalam. Seperti yang dialami sepasang suami istri.
Sang istri merasa beruntung sempat mengucapkan “I love you” saat suaminya menelepon menjelang pulang kantor. Rupanya itulah kata-kata terakhir yang sempat diucapkannya untuk suami tercinta, yang ternyata mengalami kecelakaan di perjalanan sepulang kantor. Tragis memang, tapi meninggalkan kesan indah, bukan?

5. Resolusi Merampingkan Tubuh
Membangun tim hebat dalam perkawinan tak harus selalu urusan serius, kok. Bisa saja dikombinasikan dengan program penurunan berat badan. Saat ingin rutin berolahraga, bukankah Anda akan lebih termotivasi bila ada temannya? Nah, kenapa tidak menjadikan pasangan sebagai partner dalam aktivitas yang menyenangkan sekaligus menyehatkan ini?

Entry Filed under: Keluarga Bahagia Dunia Akhirat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Pages

Categories

Calendar

July 2009
M T W T F S S
     
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
 
%d bloggers like this: