SINDROMA KAWASAKI.

July 8, 2009 imgreatdoctor

( Penyakit Kawasaki, Mucocutaneus lymphnode syndrome, acute febrile

Mucocutanoeus, lymphnode syndrome )

Oleh : DR. dr. Armyn Nurdin M.Sc. (Asisten Deputi urusan penyakit menular

& penyehatan lingkungan.)

– IDENTIFIKASI PENYAKIT.

Penyakit ini ditandai dengan demam tinggi / spiking fever ( rata rata berlangsung

12 hari ), tidak memberikan respons terhadap pengobatan antibiotik, iritabilitas

tinggi dan terjadi perubahan mood, sering terjadi adenopati soliter unilateral

non supuratif pada leher, enanthem yang terdiri dari strawberry tongue,

infeksi orofaring, bibir pecah pecah, tungkai oedema, erythema atau terjadi

desquamasi umum dan desquamasi periungual dan timbul exanthem merah polimorfus

biasanya pada badan atau didaerah perineal dan dapat berbentuk mulai dari

rash muculopapuler sampai dengan urticarial rash vasculitic exanthem.

Biasanya terdiri dari 3 fase yaitu :

– fase demam akut berlangsung kira kira 10 hari yang ditandai dengan

demam tinggi spiking fever, rash, adenopathy, erythema atau oedema periffifer

konjunctivitis dan enanthem.

– fase sub akut berlangsung kira kira dua minggu ditandai dengan demam,

trombositosis, desquamasi dan mulai menurunnya demam

– fase konvalesens yang panjang ditandai dengan menghilangnya gejala

klinis.

Angka kematian sangat kecil, berkisar 0,1 % sampai 1 %, separuh kematian

dapat terjadi dalam 2 bulan sejak sakit.

Penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya.

Tidak ada hasil pemeriksaan laboraatorium yg pathognominis untuk KS, namun

biasanya terjadi pengingkatan LED, C- creative protein dan trombositosis

diatas 450.000 / mm3.

Diagnosis ditegakkan atas munculnya demam yang berlangsung lebih dari 5

hari dan demam ini tidak disebabkan oleh penyebab lain dan paling sedikit

ada 4 gejala sebagai berikut :

– Mata merah atau infeksi kunjungtiva bilateral.

– Bibir merah atau pecah pecah , infeksi faring atau timbul strawberry

tongue.

– Eritema pada telapak tangan dan kaki, edema pada tangan dan kaki atau

terjadi deskuamasi periungual atau desquamasi umum.

.:: Situs Resmi Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat ::.

http://www.menkokesra.go.id

Powered by Joomla! – @copyright Copyright (C) 2005 Open Source Matters. All rights reserved

Generated: 5 July, 2009, 00:00


Page 2

– rash dan atau

– Limfadenopati kelenjar leher ( paling sedikit satu kelenjar berukuran

1,5 cm atau lebih).

Apabila terdapat CORONARY ARTERY ANEURRYSM, maka diagnosis ditegakkan cukup

dengan kriteria kurang dari lima kriteria yang disebutkan diatas. (atypical

KS)

Standar terjadinya demam lebih dari 5 hari diabaikan apabila telah diberi

pengobatan immunoglobulin intravena (IVIG) diberikan dalam 5 hari pada saat

penderitaa dalam keadaan demam.

– PENYEBAB INFEKSI.

Penyebab pasti belum diketahui, diperkirakan toksin super antigen bakteri

yang dikeluarkan oleh staphyloccoccus aureus atau oleh group A streptococci.

– DISTRIBUSI PENYAKIT.

Menyerang usia permulaan masa kanak kanak, sekitar 80 % kasus ditemukan

pada balita, lebih banyak terjadi pada laki2, kasus terjadi banyak pada

musim dingin atau musim semi di beberapa negara. Jepang merupakan negara

yang paling banyak ditemukan kasus ini, dan muncul pertama kali pada tahun

1970, puncaknya terjadi pada tahun 1984 – 1985. KLB dilaporkan pernah terjadi

pada beberapa negara bagian di Amerika Serikat. Penyakit ini telah tersebar

diseluruh dunia.

– CARA PENULARAN.

Belum diketahui, belum ada bukti terjadi penularan dari orang ke orang.

– MASA INKUBASI.

Belum diketahui.

– MASA PENULARAN.

Belum diketahui.

– PENANGANAN PENDERITA

– Bila ada kasus dilaporkan ke instansi kesehatan dengan segera.

– Isolasi tidak dilakukan.

.:: Situs Resmi Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat ::.

http://www.menkokesra.go.id

Powered by Joomla! – @copyright Copyright (C) 2005 Open Source Matters. All rights reserved

Generated: 5 July, 2009, 00:00


Page 3

– Tidak diperlukan desinfeksi serentak.

– tidak perlu karantina.

– Imunisasi dengan kontak tidak dilakukan.

– Investigasi dilakukan jika terjadi KLB untuk mengetahui etiologi dan

faktor risiko..

– Pengobatan spesifik.

Berikan IVIG dalam dosis tinggi, sebaiknya dalam dosis tunggal diberikan

selama 10 hari sejak muncul demam. Pemberian IVIG ini dapat menurunkan

demam, gejala2 inflamasi dan mencegah terjadinya aneurisma sehingga harus

dipertimbangkan untuk diberikan walaupun demam lebih dari 10 hari. Sekitar

10 % dari penderita mungkin tidak memberikan respons sehingga mungkin

memerlukan pengobatan ulang, dosis tinggi aspirin disarankan untuk diberikan

selama fase akut, diikuti dengan dosis rendah selama sedikitnya 2 bulan.

– IMPLIKASI BENCANA.

Tidak ada.

– TINDAKAN INTERNASIONAL.

Tidak ada

Entry Filed under: Medical

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Pages

Categories

Calendar

July 2009
M T W T F S S
     
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
 
%d bloggers like this: