WASPADAI GULA DARAH YANG SELALU TINGGI

July 8, 2009 imgreatdoctor

Tahukah
anda jika diabetes mellitus merupakan
salah satu jenis penyakit yang memiliki komplikasi terbanyak jika dibandingkan
dengan jenis penyakit lainnya? Mungkin sebagian orang sudah mengenal tentang diabetes melitus, namun ada baiknya jika
kita dapat menelusuri sebelum anda mengalaminya atau lebih jauh terjangkit.
Diabetes telah menjadi salah satu momok bagi dunia karena merupakan pemicu
utama bagi terjadinya penyakit jantung koroner, stroke, kebutaan, gangguan ginjal
kronik sampai terjadinya gagal ginjal, dan luka yang sulit sembuh pada kaki
sampai menjadi busuk (gangren).

Sementara,
pada syaraf bisa menimbulkan neuropati
diabetik, sehingga ada bagian yang mati rasa atau tidak dapat merasakan
apapun, sekalipun tertusuk jarum, paku ataupun terkena benda panas. Diabetes
juga dapat menimbulkan impotensi, sesuatu yang tentunya amat menakutkan bagi
sebagian besar pria.

Perkembangan Diabetes
di Indonesia

Perkembangan
penyakit diabetes di Indonesia kian hari kian meningkat. Para penderita
tersebar mulai dari wilayah perkotaan hingga ke pedesaan. Berdasarkan data RS.
Cipto Mangunkusumo, di Jakarta tahun ini jumlah penderita diabetes mencapai 700.000 orang. Berarti angka ini merupakan 11%dari populasi orang dewasa di ibu
kota. Jumlah ini
mayoritas berasal dari populasi penduduk berusia 30 tahun ke atas.

Sedangkan,
total penderita diabetes mellitus (DM) di Indonesia berdasarkan data WHO pada tahun 2009, ada sekitar 8 juta jiwa, dan
diperkirakan jumlahnya akan melebihi 21 juta jiwa pada tahun 2025 mendatang.

Diabetes
tidak hanya dijumpai di perkotaan namun juga pedesaan. Prevalensi DM di
perkotaan tercatat sebesar 14,7%, sedangkan pedesaan 7,2%. Angka ini tidaklah
terlalu mengherankan mengingat sekarang ini gerai makanan cepat saji (fast food) makin mudah dijumpai
dimana-mana termasuk di daerah non perkotaan.

Diabetes Mellitus
Secara
harfiah, diabetes mellitus berasal dari kata diabetesberarti
mengalir, dan mellitus berarti madu.
Diabetes mellitus atau penyakit kencing manis atau penyakit gula adalah
suatu kondisi gangguan metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar gula
dalam darah (hiperglikemia) secara menahun.
Bagaimana
Seseorang disebut Memiliki Diabetes ?
Seseorang disebut diabetisi
atau menderita diabetes apabila pada pemeriksaan kadar gula darah puasanya
melebihi angka 126 mg/dL atau dua kali berturut-turut pemeriksaan gula darah 2
jam sesudah makan, angka yang didapat melebihi 180 mg/dL.
Ciri
atau Gejalanya ?
Sesuai dengan namanya yang
berarti mengalir dan manis, maka gejala-gejala diabetes yang ditemukan adalah
banyak kencing, yang merupakan usaha tubuh untuk mengeluarkan gula yang
berlebih diikuti banyak minum dan banyak makan. Disebut dengan ‘tiga P‘ yaitu Poliuri (banyak kencing), Polidipsi (banyak minum) dan Polifagi (banyak makan) disertai dengan
penurunan berat badan yang tidak diketahui sebabnya.
Gejala-gejala lain adalah
merupakan komplikasi karena kadar gula darah yang tinggi yang dapat merusak
pembuluh darah besar ataupun kecil, misalnya luka yang tidak sembuh, lemas,
lesu atau juga mengantuk.
Penyebab Umum Dan Tipe
Diabetes?
Penyebab diabetes tergantung jenis atau tipe diabetes
yang terjadi. Ada 4 tipe diabetes, yaitu tipe 1, 2 , 3 dan 4. Tipe 1 disebabkan
proses yang disebut otoimun dimana tubuh menghasilkan zat antibodi yang merusak
pankreas sehingga pankreas akan rusak sama sekali. Tipe 2 disebabkan karena
adanya kombinasi faktor genetik dan faktor lingkungan yang menyebabkan
kerusakan pankreas (tidak total) dan adanya resistensi insulin. Tipe 3 disebabkan
karena faktor-faktor lain yang lebih kompleks, seperti gangguan genetik,
pengaruh obat-obatan, rusaknya pankreas karena penyakit lain (batu, operasi)
sedang tipe 4 adalah diabetes yang terjadi pada wanita yang sedang hamil.
90% kasus diabetes digolongkan sebagai tipe 2. Tipe 2 – dahulu disebut
sebagai Diabetes Tidak Tergantung Insulin – lebih banyak disebabkan oleh
perilaku gaya hidup yang tidak sehat, terutama perubahan pola makan yang
cenderung banyak mengkonsumsi lemak dan miskin serat. Pada orang normal,
karbohidrat (berbagai jenis tepung dan gula) yang dimakan akan diubah menjadi
glukosa di dalam saluran pencernaan. Glukosa ini kemudian akan dibawa oleh
darah ke seluruh tubuh dan masuk kedalam sel untuk dimanfaatkan sebagai bahan
baku energi dan metabolisme sel. Masuknya glukosa ke dalam sel berlangsung
dengan bantuan hormon insulin . Insulin berperan layaknya kunci yang membuka
jalan bagi glukosa masuk ke dalam sel.

Pada penderita
diabetes gula tidak dapat atau sukar masuk ke dalam sel. Hal ini disebabkan
oleh sedikitnya hormon insulin yang diproduksi kelenjar pankreas, atau karena
sel tidak dapat memberikan respon yang baik terhadap insulin walaupun
insulinnya sendiri sebenarnya cukup jumlahnya. Akibatnya gula akan menumpuk di
dalam darah, tidak dapat dimanfaatkan oleh tubuh dan akhirnya dibuang melalui
air seni atau tersisa di dalam darah.

Gangguan metabolisme karbohidrat ini
menyebabkan tubuh kekurangan energi. Itu sebabnya penderita diabetes umumnya
terlihat lemah, lemas dan tidak bugar.
Di dunia diperkirakan terjadi 3,2 juta
kematian per tahun akibat diabetes, atau 1 diantara 20 kematian per tahun
adalah akibat DM, atau setiap 10 detik satu orang mati karena diabetes. Resiko
penyakit kardiovaskuler (jantung & pembuluh darah) pada pasien DM adalah
2-8 kali lebih besar dibanding bukan
DM. Sedangkan resiko untuk stroke
meningkat sekitar 40% dibandingkan dengan mereka yang tidak menderita diabetes.

Komplikasi penyakit akibat diabetes
tidak dapat dianggap remeh, walaupun tetap dapat dikendalikan. Kadar gula darah
yang cenderung tinggi dalam jangka panjang, akan merugikan bagi banyak fungsi
organ vital tubuh. Secara umum komplikasi ini akan menyebabkan gangguan pada
pembuluh darah besar (makrovaskuler) dan pembuluh darah kecil (mikrovaskuler) .
Komplikasi mikrovaskuler meliputi gangguan pada mata, ginjal dan syaraf tepi.
Sedangkan komplikasi makrovaskuler meliputi penyakit jantung koroner, stroke
dan gangguan pada pembuluh darah tepi terutama pada kaki, yang pada akhirnya
menyebabkan ulkus kaki sampai munculnya resiko amputasi.

Diperkirakan 10-25% biaya kesehatan
nasional dipakai untuk pengobatan DM dan komplikasinya. Angka tersebut belum
termasuk biaya tidak langsung, seperti menurunnya kualitas hidup, produktivitas
kerja dan kecacatan yang ditimbulkan.

Kuncinya adalah Kontrol Gula Darah
Tak pelak lagi inti permasalahan dari diabetes adalah tingginya kadar gula
dalam darah. Maka langkah yang paling praktis untuk menghindari resiko
komplikasi akibat diabetes adalah menjaga semaksimal mungkin agar kadar gula
selalu berada dalam batas normal dalam darah.
Kadar gula darah dalam tubuh bersifat fluktuatif, akan naik setelah makan
dan turun setelah beraktifitas. Menurut protokol PERKENI (Perkumpulan
Endokrinologi Indonesia), target gula darah ideal yang diharapkan adalah
maksimum 144 mg/dL sesudah makan dan 100 mg/dL puasa. Bagi diabetisi, terutama
yang harus dijaga adalah gula darah sesudah makan. Pada orang normal, setelah
2-3 jam sesudah makan, kadar gula darah akan kembali pada posisi normal, namun
pada diabetisi kadarnya tetap tinggi. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa
pasien yang mempunyai gula darah sesudah makan yang cenderung selalu tinggi,
ternyata akan meningkatkan resiko terkena penyakit jantung koroner. Data yang
menunjukkan bahwa 80% kasus kematian pada diabetes adalah akibat penyakit
jantung dan pembuluh darah.
Jalan yang paling mudah adalah selalu pantau kadar gula darah agar selalu
berada dalam batasnya. Memiliki sendiri alat monitor gula darah saat ini
menjadi metode paling efektif untuk mengetahui level gula darah pasien.
“Keuntungan terbesar dari memiliki sendiri alat monitor gula darah adalah
mendidik si pasien agar mampu mengatur sendiri pola makan dan melakukan aktivitas
yang berpengaruh positif terhadap nilai gula darah. Umpamanya, si pasien yang
mengetahui bahwa akibat makan sepiring nasi sudah bisa membuat loncat gula
darahnya, maka selanjutnya dia punya kesadaran untuk mengurangi menjadi
setengah piring, “ jelas Hery Purwanto, Product Manager PT. Roche
Indonesia, mengenai manfaat memiliki alat monitor gula darah sendiri di rumah.
Sehingga jika kontrol berada di tangan, maka diharapkan diabetes tidak lagi
menjadi momok yang menakutkan bagi pasien, karena resiko komplikasi dapat
dijauhkan.

Entry Filed under: Medical

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Pages

Categories

Calendar

July 2009
M T W T F S S
     
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
 
%d bloggers like this: